Advertisement

iklan

Jobless Claims AS Naik, Defisit Trade Balance Menyempit

Penulis

+ -

Departemen Tenaga Kerja AS merilis data Jobless Claims mingguan yang naik melewati periode sebelumnya, sementara rangkaian data seperti ADP justru memerah.

iklan

iklan

Departemen Tenaga Kerja AS pada hari Kamis (6/7) merilis data Jobless Claims mingguan yang naik melewati periode sebelumnya sekaligus mematahkan ekspektasi ekonom. Akan tetapi, rangkaian data seperti ADP yang terlihat "merah" serta Neraca Perdagangan AS bulan Mei kian menyempit, membuat pergerakan Greenback beragam versus major currency seperti Euro, Sterling, Yen dan Franc Swiss.

Jobless Claims AS Naik, Defisit Trade

 

Klaim Pengangguran Naik 3 Pekan Beruntun, ADP Turun

Menurut data yang dipublikasikan oleh Departemen Tenaga Kerja AS, jumlah warga AS yang menyatakan diri kehilangan pekerjaan bertambah 4,000 menjadi 248,000 pada perhitungan pekanan yang berakhir pada tanggal 1 Juli. Forecast ekonom sebelumnya memprediksi Jobless Claims pekan lalu akan turun menjadi 243,000.

Ini menjadi pekan ke-122 secara beruntun Jobless Claims AS berada di bawah angka 300,000 yang menjadi ambang batas mengukur kesehatan pasar tenaga kerja Negeri Paman Sam. Jumlah rata rata (Moving Average) selama empat pekan terakhir naik 750 menjadi 243,000 pada minggu lalu.

Sementara itu, data tenaga kerja sektor swasta AS bulan Juni hanya bertambah 158,000 pekerjaan baru , di bawah ekspektasi ekonom sebesar 184,000. Sedangkan data ADP bulan Mei direvisi turun dari 253,000 menjadi 230,000.

 

Ekspor Catat Rekor High 2 Tahun, Defisit Trade AS Menyempit

Serangkaian rilis data Fundamental AS malam ini juga datang dari Neraca Perdagangan AS dimana defisit trade bulan Mei menyempit setelah nilai Ekspor mencatatkan kenaikan terbesar 2 tahun. Meskipun defisit menyempit, namun masih berpotensi membebani pertumbuhan ekonomi AS kuartal kedua 2017.

The Commerce Departement merilis gap defisit perdagangan AS bulan Mei yang menyusut 2.3 persen menjadi 46.5 Milyar Dollar dari periode April sebesar 47.6 Milyar Dollar. Forecast ekonom melalui jajak pendapat Reuters sebelumnya memprediksi defisit akan turun hingga 46.3 Milyar Dollar selama periode Mei.

Nilai Ekspor AS bulan Mei naik 0.4 persen menjadi 192 Milyar Dollar –tertinggi 2 tahun– dengan penyumbang terbesar dari pengiriman Ponsel dan barang rumah tangga. Ekspor ke China naik 3.6 persen, ekspor ke Meksiko naik 5.4 persen dan ekspor ke Kanada naik 9.6 persen.

Nilai Impor AS bulan Mei turun 0.1 persen menjadi 238.5 Milyar Dollar. Terjadi penurunan impor kendaraan bermotor dan suku cadang. Impor dari China naik 11.6 persen dan impor minyak sebesar 265 juta barrel yang merupakan terbesar sejak Agustus 2012.

279505
Penulis

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.