Jobless Claims AS Naik Moderat, Defisit Trade Balance Menyempit

Jobless Claims AS naik di level yang lebih rendah dari ekspektasi, sementara defisit Neraca Perdagangan menyusut karena kenaikan ekspor persawat terbang.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Pengajuan aplikasi baru untuk klaim pengangguran sedikit naik minggu lalu, tapi jumlah penerima tunjangan berhasil turun dan mendekati level paling rendah sejak 1973, mengindikasikan kondisi pasar tenaga kerja AS semakin ketat di kuartal kedua. Sementara itu, peningkatan ekspor pesawat berhasil mendukung penyempitan defisit Trade Balance.

 

Jobless Claims AS Naik Moderat, Berada

 

 

Departamen Tenaga Kerja AS pada hari Kamis (3/Mei) merilis data klaim pengangguran yang bertambah 211k, dari hasil perhitungan yang berakhir pada 28 April. Jumlah itu sedikit meningkat dari rilis minggu sebelumnya (209k), tapi masih lebih rendah dibandingkan ekspektasi ekonom dalam sebuah jajak pendapat, yang memprediksi Jobless Claims akan bertambah sebanyak 225k.

Dengan rerata empat pekan yang turun sebesar 7,750 klaim menjadi 221,500 klaim, Jobless Trend di Negeri Paman Sam semakin menurun sesuai dengan ekspektasi Fed. Pada pengumuman FOMC hari Rabu kemarin, bank sentral menyebut kondisi pasar tenaga kerja AS akan tetap kuat dalam jangka menengah.

Laporan Labor Departemen pada hari Kamis juga menyebut bahwa jumlah warga AS yang menerima tunjangan pengangguran turun 77k menjadi 1.76 juta, dari perhitungan mingguan yang berakhir hingga 21 April. Capaian tersebut menunjukkan kemerosotan ke tingkat terendah sejak 1973.

Dalam waktu yang hampir bersamaan, Departemen Tenaga Kerja AS merilis data tingkat produktivitas pekerja yang meningkat sebesar 0.7 persen selama kuartal pertama. Sementara itu, produktivitas kuartal keempat direvisi naik dari stagnan 0.0 persen menjadi 0.3 persen.

 

Ekspor AS Melonjak, Defisit Trade Balance Menyusut

Dalam rilis terpisah, Departemen Perdagangan AS merilis data Trade Balance (Neraca Perdagangan) bulan Maret yang mengalami penyempitan defisit sebesar 15.2 persen, dari -57.7 miliar Dolar menjadi -49.0 miliar Dolar. Angka tersebut berhasil mengungguli ekspektasi penyusutan ke -50 miliar Dolar, dan merupakan yang paling rendah sejak September 2017.

Selama Maret, ekspor barang dan jasa AS meningkat 2.0 persen menuju level tertinggi sepanjang masa, yakni sebesar $208.5 miliar. Kenaikan tersebut ditunjang oleh peningkatan ekspor pesawat Boeing senilai 1.9 miliar Dolar, juga disumbang oleh ekspor kacang kedelai, jagung, hingga minyak mentah.

Di sisi lain, nilai impor barang dan jasa AS di bulan Maret mencatatkan penurunan sebesar 1.8 persen menjadi 257.5 miliar Dolar. Penurunan terjadi pada impor aksesoris komputer, alat telekomunikasi, dan semikonduktor. Ekspor AS ke China melonjak 26.3 persen, sementara impor dari China turun 2.1 persen.

283515

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.