OctaFx

iklan

Kemerosotan Manufaktur ISM Kian Lemahkan Dolar AS

Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur AS jatuh ke level terendah sejak Oktober 2016, sehingga meningkatnya ADP Jobs Data, tak mampu mengangkat Dolar AS.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Sektor manufaktur AS terjun ke level terendah dua setengah tahun. Rabu (01/Mei) malam ini, The Institute for Supply Management (ISM) melaporkan bahwa Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur AS merosot dari 55.3 ke 52.8 pada bulan April 2019. Angka tersebut juga jauh lebih rendah daripada ekspektasi yang memperkirkan penurunan hanya ke level 55 saja.

pmi-ism

Tiga dari lima komponen PMI Manufaktur AS terpantau jeblok, di antaranya adalah pesanan baru, ketenagakerjaan, dan produksi. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, performa sektor manufaktur AS awal tahun ini memang jelas melambat. Hal ini menjadi sinyal tambahan akan meningkatnya ketidakpastian pertumbuhan global.

 

Kenaikan ADP Tak Membantu

Data PMI Manufaktur rilisan ISM merupakan data yang berdampak tinggi. Karena itu, hasil yang menurun membuat Dolar AS makin melemah. Lagipula sejak awal pekan ini, mata uang AS memang kehilangan daya tarik akibat meningkatnya potensi pemangkasan suku bunga The Fed. Bahkan, laporan ADP Non Farm Employment Change yang meningkat pun tak mampu menaikkan Dolar AS.

Data ADP Non Farm Employment Change menunjukkan penambahan 275,000 pekerja di perusahaan-perusahaan AS pada bulan April 2019. Angka tersebut jelas lebih tinggi jika dibandingkan dengan ekspektasi 181,000, dan laporan bulan sebelumnya yang bertambah 151,000. Perlu diketahui, data ADP kerap dianggap sebagai indikator awal data Non-Farm Payrolls (NFP) yang akan dirilis akhir pekan ini.

Saat berita ini ditulis, Indeks Dolar AS (DXY) masih melanjutkan penurunan 0.22 persen ke 97.31 di time frame harian, menghapus kenaikan yang terbentuk sejak tanggal 23 April.

dxy

 

 

288343

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.