Advertisement

iklan

Kenaikan Pasokan Global Tekan Harga Minyak

Upaya OPEC membatasi produksi minyak dunia semakin sulit dilakukan, karena produksi minyak AS telah meningkat 10 persen sejak pertengahan 2016.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Harga minyak mentah kembali melemah sepanjang sesi perdagangan Senin (10/7), seolah melanjutkan penurunan tajam yang terjadi pada pekan lalu, setelah aktivitas pengeboran AS kembali naik dan berpotensi meningkatkan pasokan minyak global. Jatuhnya harga minyak juga dipicu oleh kenaikan produksi Libya dan Nigeria yang tidak dimasukkan dalam kesepakatan pembatasan output. Aktivitas pengeboran di kedua negara itu telah pulih setelah dihantam kerusuhan dalam beberapa tahun terakhir.

Kenaikan Pasokan Global Tekan Harga

Harga Minyak Brent turun 51 cent menjadi $46.2 per barrel pada pukul 18:20 WIB, sementara harga Minyak AS turun 49 cent menjadi $43.74 per barrel. Bahkan harga minyak sempat menyentuh level terendah hari Jumat (7/7) pekan lalu.

"Pasar Minyak berada dalam masalah dan terlihat rentan menuju angka yang lebih rendah (menurun)", papar pialang PVM dalam sebuah pernyataan tertulis.

Sebelumnya, OPEC bersama dengan sejumlah produsen minyak non-OPEC telah sepakat untuk membatasi produksi sampai Maret 2018 mendatang. Namun, sepertinya kesepakatan itu sepertinya belum bisa mengurangi melimpahnya pasokan minyak global.

Beberapa pejabat utama OPEC dijadwalkan akan mengadakan pertemuan bersama perwakilan dari negara-negara non-anggota di St. Petersburg, Rusia pada tanggal 24 Juli mendatang. Agendanya untuk membahas situasi pasar minyak yang terancam terus menurun bila tidak ada upaya membatasi produksi.

Perwakilan Kuwait juga mengatakan bahwa Libya dan Nigeria turut diundang dalam pertemuan tersebut dan produksi keduanya bisa jadi mulai dibatasi sebelum November, menurut Bloomberg. Pihak Libya telah mengkonfirmasi kehadirannya (siap berdialog) dengan memperhitungkan aspek ekonomi, politik, dan kemanusiaan.

 

Produksi Minyak AS Masih Bayangi Harga Minyak

Upaya OPEC membatasi produksi minyak dunia semakin sulit dilakukan. Pasalnya, aktivitas pengeboran AS dalam beberapa bulan terakhir terus meningkat. Perlu diketahui bahwa produksi minyak AS telah meningkat 10 persen sejak pertengahan 2016.

Peningkatan jumlah Rig pekan lalu menjadi kenaikan ke-24 dalam 25 pekan terakhir yang menandai aktivitas pengeboran paling pesat sejak April 2015.

"Ini (harga minyak turun) merupakan respon pasar terhadap kabar yang menyebutkan produksi minyak AS semakin meningkat," demikian pernyataan Commerzbank dalam sebuah catatan tertulis.

Pada pukul 20:21 WIB, Minyak WTI Futures untuk pengiriman Agustus berada di level $43.92 per barel, atau turun 0.71 persen sejak pembukaan sesi hari ini.

279533

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.