Advertisement

iklan

Kerapuhan Kapitalisme dan Harapan Syariah

Penulis

+ -

Memasuki awal tahun 2012 ekonomi islam khususnya di Indonesia, kembali menunjukkan pertumbuhan yang signifikan ditengah terpaan badai krisis dan perlambatan perekonomian dunia yang sedang terjadi di Eropa dan Amerika. Dengan pencapaian yang luar biasa dalam menggunakan sistem keuangan islam di Indonesia, baik lembaga perbankan syariah maupun industri keuangan islam lainnya seperti takaful,

iklan

iklan

Memasuki awal tahun 2012 ekonomi islam khususnya di Indonesia, kembali menunjukkan pertumbuhan yang signifikan ditengah terpaan badai krisis dan perlambatan perekonomian dunia yang sedang terjadi di Eropa dan Amerika. Dengan pencapaian yang luar biasa dalam menggunakan sistem keuangan islam di Indonesia, baik lembaga perbankan syariah maupun industri keuangan islam lainnya seperti takaful, pasar modal, zakat, wakaf dan institusi keuangan mikro syariah yang mana akan memudahkan proses sosialisasi dan kepercayaan masyarakat terhadap ekonomi islam khususnya perbankan syariah.

Kerapuhan Ekonomi Kapitalisme
Krisis keuangan yang sedang terjadi dikawasan Eropa dan Amerika, mengindikasikan bahwa akan kegagalan ekonomi kapitalisme sampai mengakibatkan kampanye anti kapitalisme di Amerika dan Eropa sebagai bentuk rasa kecewa dan frustasi terhadap praktek kapitalisme yang mengakibatkan makin tingginya kesenjangan antara si miskin dan si kaya dibenua Eropa dan Amerika.

Panas DalamDi Amerika sendiri, pusat pergerakan anti kapitalisme menamakan dirinya dengan gerakan Occupy Wall Street yang menuntut untuk menutup kegitan wall street yang menjadi otak atas kekacauan ekonomi global dan keuangan saat ini, serta melakukan penolakan terhadap kerakusan sistem perbankan konvensional dan perusahaan multinasional yang mengambil keuntungan semata yang dibantu oleh program liberalisasi atas nama demokrasi diseluruh penjuru dunia.

Fakta dari krisis keuangan Eropa dan Amerika menunjukkan kepada kita bahwa sistem kapitalisme gagal menyelesaikan permasalahan ekonomi dan kesejangan sosial dinegara-negara yang menganut sistem tersebut, justru kapitalisme adalah aktor dibalik setiap kemiskinan dan sumber hutang yang mengakibatkan bangkrutnya suatu negara seperti yang terjadi di Yunani hingga akan menyusul negara Eropa lainnya, seperti Portugal, Irlandia, Inggris, dan Spanyol yang rasio hutangnya sudah mendekati 100% .

Namun, disisi lain dampak krisis keuangan global yang sedang terjadi terhadap ekonomi dalam negeri tidak terlalu kritis karena perekonomian dalam negeri lebih dikuasai oleh industri riil atau usaha kecil menengah (UKM), yang mampu mengkover ekonomi dalam negari sampai 60%. Yang menjadi kegelisahan, dapat terjadi pada sektor perbankan konvesional, yang masih belum mampu bertahan terhadap krisis keuangan karena masih menggunakan sistem bunga dan turunan kapitalisme melalui fiat money (uang kertas), yang mengembangbiakkan uang lewat sistem moneter yang sangat rapuh terhadap krisis dan merugikan ekonomi sektor riil, sementara perbankan syariah sudah menjauhi sistem tersebut sehingga mampu bertahan dari terpaan krisis global.

Proyeksi dan Harapan

Berdasarkan data perbankan syariah Indonesia, pergerakan perbankan konvensional jauh ketinggalan oleh bank syariah, dimana bank syariah mengalami pertumbuhan sekitar 40% pertahun dalam sepuluh tahun terakhir sementara perbankan konvensional hanya 20%. Dari data yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia pada bulan Oktober 2011, total asset perbankan syariah mencapai Rp 125,5 triliun, dimana terlihat mengalami peningkatan sebesar Rp 97,5 triliun dari tahun 2010 dan mencapai pasar sekitar 4% dari total cake industri perbankan nasional. Pertumbuhan perbankan syariah tahun ini adalah yang tertinggi sejak tahun 2005.

Sedangkan dari segi tingkat pengumpulan dana dimana pihak ketiga dan pembiayaan kemasyarakat masing-masing mencapai Rp 97,8 triliun dan Rp 92,8 triliun dengan tingkat Financing to Deposit Rasio (FDR) berada pada kisaran 95,7% dan dari faktor kinerja perbankan syariah pada akhir September 2011, BOPO (Biaya Operasi Pendapatan Operasional), ROA ( Return on Asset) dan NPF (Non Performancing Financing) masing–masing berada pada 77.5%, 1.8% dan 2.0%. Sementara berdasarkan jumlah bank syariah di Indonesia yang mana pertumbuhannya tidak mengalami penambahan secara signifikan dari tahun 2010 ke 2011, dimana jumlahnya 11 Bank Umum Syariah (BUS) dan 23 Unit Usaha Syariah (UUS) namun untuk jumlah Badan Perkrediatan Rakyat Syariah (BPRS) mencapai 153 yang mengalami penambahan 3 BPRS dari tahun 2011, dan dari jangkauan perluasan kantor agak signifikan untuk BUS, UUS, dan BPRS berada pada kisaran masing-masing 1.354, 301 dan 362, dimana secara geografis sebaran jaringan kantor perbankan syariah juga telah menjangkau masyarakat dilebih 89 kabupaten/kota di 33 provinsi.

Dengan geliat perkembangan ekonomi syariah yang memukau, berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh peneliti dari Bank Indonesia oleh Rifki Ismal, Ascarya dan Ali Sakti (2012), memperkirakan secara moderat perbankan syariah nasional akan tumbuh 36% pada tahun 2012 namun apabila terjadi gesekan krisis global yang keras terhadap perekonomian Indonesia atas bangkrutnya negara Eropa dan Amerika maka secara pesismis pertumbuhan perbankan nasional diperkirakan 29%. Akan tetapi, apabila terjadi kondisi yang lebih optimistik terhadap infrastruktur perbankan syariah seperti bertambahnya bank syariah dan unit usaha syariah serta ekonomi nasional yang meningkat maka diperkirakan oleh hasil proyeksi tahun 2012 perbankan syariah akan tumbuh sebesar 45%. Pengamat ekonomi islam dan pengurus pusat Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Ali Rama yang menyelesaikan studinya di Malaysia merekomendasikan kepada para praktisi perbankan syariah agar membuat segmentasi pasar dengan fokus pada branding tertentu dalam menguasai pasar misalnya BSM fokus menggarap pasar konsumer ritel, BRI Syariah fokus pada UMKM, BMI dan BNI Syariah pada pembiayaan korporasi.

Kondisi ini akan jauh lebih efektif dalam mengembangkan pertumbuhan ekonomi riil dan meningkatkan asset perbankan syariah. Menurut Ali Rama sudah saatnya para pelaku perbankan syariah melirik dan bermain dalam mega proyek infrastruktur dengan meningkatkan dan mengembangakn produk dan layanan pada jasa industri, misalnya dengan bekerjasama dengan pemerintah lewat proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang menguasai enam koridor ekonomi nasional. Perkembangan yang pesat perbankan syariah dengan jumlah asset pertumbuhan yang makin meningkat dan melebihi perkembangan perbankan konvensional serta tidak akan menutup kemungkinan posisi perbankan konvensional akan digeser oleh bank syariah sebagai pemain utama perbankan nasional seperti yang terjadi di Malaysia.

Namun disisi lain muncul kegelisahan dan harapan agar manfaat ekonomi islam lebih dirasakan oleh masyarakat kecil seperti pelaku usaha mikro-kecil dan masyarakat miskin karena manfaatnya masih terbatas oleh kalangan tertentu bahkan tidak menutup kemungkinan dirasakan oleh pemilik modal bank syariah yang berada diluar negeri yang menjadi pemilik (pemegang saham). Sehingga perlu ada perhatian oleh semua pihak baik pemerintah melalui regulasinya, akademisi dan praktisi untuk duduk bersama untuk memikirkan agar masyarakat yang selama ini belum terjangkau dapat ikut merasakan manfaat dari perbankan syariah.

Dari rentetan krisis ekonomi dan kemiskinan yang diakibatkan oleh kapitalisme, maka ekonomi islam dapat dikatakan sebagai sebuah solusi, walaupun dengan segala kelemahannya sebagai sistem ekonomi yang masih baru sehingga disebagian masyarakat masih belum bisa menerima secara luas mengenai ekonomi islam itu sendiri. Oleh karena itu diperlukan kajian dan penelitian untuk mengembangkan ekonomi islam melalui perbankan syariah dan lembaga keuangan syariah lainnya agar dapat diterapkan secara menyeluruh oleh masyarakat sebagaimana yang pernah diterapkan pada era pertama kebangkitan ekonomi islam.

Ekonomi Islam tidak sekadar alternatif akan tetapi perlahan namun pasti menjelma menjadi pilihan utama sebagai sistem ekonomi bangsa pada masa mendatang. Kita semakin yakin, bahwa nilai-nilai syariah pasti memberikan kemaslahatan bagi kehidupan bangsa kita... Semoga harapan ini mampu menjadi kenyataan. Itulah sekelumit mengenai perbankan syariah ditengah rapuhnya ekonomi kapitalis.

81019

Bayu mengenal dunia investasi saat masih studi di perguruan tinggi, kemudian berlanjut menjadi penulis mengenai berbagai jenis investasi dan strategi-strategi trading di Seputarforex. Bayu meyakini bahwa trading bukanlah mesin jackpot, dan kita harus terus belajar agar bisa menjadi seorang trader sukses.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini