iklan

Keyakinan Presiden Komisi Eropa Dorong Pound Menguat

Ursula von der Leyen mengungkapkan keyakinannya terhadap prospek kesepakatan dagang Inggris-Uni Eropa. Hal ini mendorong kenaikan pound, meskipun pelaku pasar masih mengkhawatirkan isu suku bunga negatif.

iklan

iklan

Seputarforex - Poundsterling menghadapi fluktuasi cukup tajam dalam perdagangan pekan ini. Setelah sempat digempur oleh kontroversi RUU Pasar Dalam Negeri dan isu suku bunga negatif, Pound akhirnya mendaki ke level 1.3000-an lagi dengan dukungan komentar Presiden Komisi Eropa. Presiden Ursula von der Leyen mengungkapkan keyakinannya terhadap prospek kesepakatan dagang Inggris-Uni Eropa.

GBPUSD Daily

Dalam sebuah wawancara dengan Financial Times, von der Leyen mengatakan, "Saya masih yakin (kesepakatan dagang Inggris-Uni Eropa) itu bisa diselesaikan. Lebih baik jika tidak ada gangguan (RUU Pasar Dalam Negeri) ini yang mempertanyakan perjanjian internasional yang sudah kita miliki, melainkan berfokus untuk menyelesaikan kesepakatan ini, perjanjian ini - dan waktunya singkat."

Seorang diplomat Uni Eropa lain menambahkan, "Kita tidak boleh bereaksi berlebihan... Kita akan melanjutkan negosiasi karena ada dua jalur berbeda: satu adalah di mana Inggris sudah memutuskan untuk melanggar (EU Withdrawal Agreement yang kemungkinan akan dirusak dengan RUU Pasar Dalam Negeri -red) dan yang satu lagi adalah hubungan masa depan (perdagangan Inggris-Uni Eropa -red)."

Pernyataan von der Leyen dapat dianggap sebagai sikap resmi Uni Eropa terkait masalah ini. Intinya, Uni Eropa akan memperlakukan konsekuensi RUU Pasar Dalam Negeri dan perundingan dagang Inggris-Uni Eropa sebagai dua hal berbeda. Hal ini tentu menggembirakan bagi pelaku pasar. Apalagi, BBC mengabarkan pemerintah dan parlemen Inggris akan mengamandemen RUU kontroversial terkait.

Sementara itu, masih ada tekanan lain bagi pound. Para analis masih terus mengevaluasi rencana bank sentral Inggris BoE untuk menerapkan suku bunga negatif. Masalahnya, BoE merupakan satu-satunya negara yang ingin menerapkan suku bunga negatif dalam kondisi neraca transaksi berjalan sedang defisit. Ada kemungkinan situasi itu kelak bakal mendorong investor untuk melarikan modalnya dari Inggris. Namun, itu juga akan dipengaruhi oleh apakah Inggris dan Uni Eropa berhasil mencapai kesepakatan dagang yang bagus dalam tahun ini.

"Memangkas suku bunga ke bawah nol di tengah keputusan untuk meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan dagang, memang akan terlihat gegabah," kata Kit Juckes dari Societe Generale, "Denmark, Zona Euro, Swiss, Swedia, dan Jepang semuanya punya suku bunga negatif. Tetapi mereka (juga) punya surplus neraca transaksi berjalan yang cukup besar."

Download Seputarforex App

294252

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


11 Jun 2020

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone