OctaFx

iklan

Kiwi Dan Aussie Meroket Jelang Rapat Kebijakan RBA Terakhir Tahun Ini

Pair NZD/USD dan AUD/USD mencetak kenaikan pesat dalam perdagangan hari ini. Ada apa gerangan?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Duo mata uang Antipodean sukses menjadi top scorer dalam perdagangan awal pekan ini (2/Desember). Pada awal pertengahan sesi Eropa, NZD/USD telah membukukan kenaikan harian hampir 1 persen ke level 0.6474, rekor tertinggi sejak pertengahan Agustus lalu. AUD/USD mendaki lebih moderat setinggi hampir 0.4 persen ke level 0.6789. Situasi ini menandakan melejitnya minat risiko pasar, dipicu oleh hasil rilis data ekonomi China yang terhitung prima.

NZDUSD Daily

Laporan ekonomi China tadi pagi menunjukkan ekspansi sektor manufaktur dengan laju tercepat dalam tiga tahun terakhir. Selaras dengan kabar tersebut, Aussie dan Kiwi yang memiliki hubungan erat dengan Beijing pun ikut terdongkrak. Apalagi, belum muncul berita baru dari meja perundingan dagang AS-China yang bernada negatif.

Dari dalam negeri New Zealand, laporan ekonomi domestik juga menunjang perbaikan sentimen pasar lebih lanjut. Terms of Trade -data yang menunjukkan daya beli ekspor New Zealand dibandingkan impornya- meningkat ke rekor tertinggi kedua sepanjang masa pada kuartal III/2019. Kenaikan mencapai 1.9 persen, atau nyaris dua kali lipat dari ekspektasi pasar yang hanya dipatok pada 1 persen.

"Seperti data yang kita dapat pekan lalu dari keyakinan bisnis dan penjualan ritel, kenaikan Terms of Trade lebih besar dibandingkan ekspektasi pasar," kata Peter Cavanaugh dari Bancorp Treasury Services, sebagaimana dilansir oleh New Zealand Herald. "Perekonomian New Zealand tumbuh pesat, dan itulah yang mendongkrak Dolar New Zealand."

Negeri jirannya, Australia, melaporkan data ekonomi yang lebih mengecewakan. Data Building Approvals jatuh 8.1 persen pada bulan Oktober, sementara iklan lowongan kerja merosot 1.7 persen pada bulan November. Keduanya sama-sama mengirim gelagat buruk tentang prospek sektor ketenagakerjaan Australia yang dilaporkan telah menderita penurunan parah pada bulan Oktober.

Meski demikian, bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) diperkirakan tidak akan memangkas suku bunga dalam rapat kebijakannya besok. RBA diprediksi bakal mempertahankan suku bunga tetap pada level 0.75 persen di penghujung tahun ini, dan baru akan memangkas suku bunga lagi pada bulan Februari 2020.

291147

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.