Harga Bitcoin Merosot Tajam Karena Ulah Whale

Setelah naik tajam hingga titik tertinggi 2019 di 13,868, harga Bitcoin mengalami penurunan tajam dalam waktu singkat, hampir 2,000 dalam waktu 15 menit.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Penurunan harga Bitcoin terjadi pada hari ini (27/Juni) sekitar pukul 03:30 dini hari. Dari level tinggi 13,674, BTC/USD merosot hingga ke level 11,730, mengalami penurunan sebesar 1,944 pips dalam 15 menit. Penurunan mendadak ini menyebabkan platform Coinbase, bursa kripto terbesar di dunia, mengalami pemadaman singkat.

harga bitcoin turun

Menurut juru bicara Coinbase, pemadaman terjadi di situs web, aplikasi seluler, dan API perusahaan. Meski demikian, sistem internal tetap berfungsi. "Kami sedang melakukan back up. Perbaikan telah dilakukan dan kami sedang memantau hasilnya," tutur perwakilan Coinbase.

Selain Coinbase, dilaporkan bahwa aplikasi perdagangan Robinhood juga mengalami masalah dengan layanan perdagangan kriptonya. Platform tidak dapat diakses baik dari browser ponsel maupun desktop sekitar pukul 03:45 pagi. Sementara itu, Binance melaporkan masalah bahwa flash crash besar di Bitcoin menyebabkan platformnya menjadi sedikit lebih lambat.

 

Whale Bitcoin Mulai Memasuki Pasar

Penurunan besar di harga Bitcoin (BTC) disinyalir disebabkan oleh transaksi dari para Whale (paus), pemegang BTC dengan jumlah sangat besar.
Menurut data BitMex, hampir $250 juta volume telah diperdagangkan di 5 menit awal saat penurunan harga terjadi. Sekitar $690 juta Bitcoin juga diperdagangkan di 15 menit setelah penurunan dimulai di pasar kontrak swap XBT/USD.

Travis Kling dari Ikigai mencatat bahwa Bitcoin sedang mengalami pullback. Ia mengklaim bahwa hal itu telah berulang dalam sejarah Bitcoin. Sependapat dengan Kling, MAGIC (@MagicPoopCannon), seorang analis kripto dengan lebih dari 26.5 ribu follower di Twitter menuliskan:

"(Level) 13,800 adalah Retracement 61.8% dari seluruh pasar bearish yang terjadi di tahun 2018. Fakta bahwa BTC mengalami penolakan tajam tepat di level itu bukan pertanda yang baik."

 

Analis Masih Optimis

Di sisi lain, banyak analis yang masih yakin bahwa Bull Bitcoin akan terus terjadi hingga Halving 2020. Pada bulan Mei lalu, ketika harga masih diperdagangkan di sekitar 8,000, Naeem Aslam sudah memprediksikan bahwa harga Bitcoin akan naik menembus 10,000. Prediksi tersebut terbukti benar, dan akhir-akhir ini ia memperbarui prediksinya bahwa selama BTC/USD masih tetap diperdagangkan di atas Moving Average (MA) 242, maka koreksi lanjutan tidak akan terjadi.

Bahkan, ia mengatakan Bitcoin mampu masuk dalam kisaran 50,000 hingga 100,000 dalam jangka panjang. Namun untuk memulai reli lanjutan, Aslam menegaskan bahwa Bitcoin perlu menembus resistance kunci di 20,000.

Bitcoin Merosot

Lebih lanjut, Aslam mengungkapkan bahwa prediksi 50,000 bukanlah isapan jempol belaka. Saat ini, rasio stock-to-flow (SF) Bitcoin adalah sekitar 25. Dengan Halving yang akan terjadi di tahun 2020, SF Bitcoin akan bergerak dari 25 menjadi 50. Jika teori ini bertahan dan jika permintaan untuk BTC tetap sama atau meningkat, maka nilai Bitcoin akan semakin mendekati emas. SF 50 sendiri diterjemahkan menjadi komoditas dengan kapitalisasi pasar $1 triliun, atau setara dengan 55,000 per BTC.

288993

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.