Advertisement

iklan

Otoritas Iran Sita 1,000 Rig Penambangan Bitcoin

Aktivitas penambangan Bitcoin di Iran mendapat batasan dari pemerintah, padahal minat kripto di negara itu sedang tumbuh pesat karena sanksi AS.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Iran belakangan ini dilaporkan telah menyita hampir 1,000 rig penambangan Bitcoin, karena lonjakan konsumsi energi listrik dari aktivitas tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu individu dan bisnis. Selama beberapa waktu terakhir, sanksi internasional yang dijatuhkan AS terhadap Iran memang telah membatasi perekonomian dan aktivitas lain di negara tersebut, dimana salah satu dampaknya adalah suplai listrik yang semakin terbatas.

Penambangan Bitcoin di Iran

 

Penambangan Bitcoin Ganggu Jaringan Listrik Iran

Menanggapi masalah penyitaan Rig Bitcoin ini, Mostafa Rajabi, juru bicara Kementerian Energi Iran, mengatakan bahwa, "Penambangan Bitcoin memiliki efek negatif pada jaringan listrik negara." Ia juga menjelaskan bahwa penambangan Bitcoin mengganggu akses listrik rumah tangga dan bisnis, sehingga pemerintah akan melanjutkan tindakan keras terhadap operasi penambangan.

Menurut laporan pemerintah Iran, lonjakan konsumsi listrik hingga 7% di bulan lalu terkait dengan peningkatan jumlah penambangan Bitcoin. Iran termasuk salah satu negara yang mensubsidi listrik untuk penggunaan rumah tangga dan individu berskala kecil. Namun, ketika sejumlah besar listrik telah dikonsumsi oleh ratusan rig penambangan, maka hal ini dianggap melanggar ketentuan subsidi yang diberikan kepada pengguna listrik individu.

Rajabi mengungkapkan bahwa kekuatan yang dibutuhkan untuk menambang 1 BTC sama dengan total konsumsi listrik oleh 24 rumah tangga Iran selama satu tahun penuh. Yang lebih meresahkan lagi, penambang Bitcoin ada yang memanfaatkan listrik di tempat-tempat umum seperti sekolah dan masjid.

 

Konflik AS-Iran Menyebabkan Lonjakan Peminat Bitcoin

Walaupun berdampak buruk pada pasokan listrik yang dibutuhkan untuk menambang Bitcoin, sanksi AS terhadap Iran justru membuat minat kripto tersebut semakin melonjak. Ekonomi Iran yang telah mengalami penurunan karena sanksi AS, memang memicu masyarakat mencari alternatif dari transaksi konvensional, sehingga mereka kemudian beralih pada sistem pembayaran dan mata uang kripto seperti Bitcoin.

Hal ini pun diamini oleh Clem Chambers, seorang pakar Bitcoin sekaligus CEO ADVFN dan Online Blockchain plc. Ia mengatakan bahwa ada banyak faktor yang berkontribusi terhadap bullish Bitcoin baru-baru ini, termasuk tekanan AS terhadap Iran. "Jika Anda adalah orang Iran yang ingin melindungi sebagian kekayaan, Anda akan membeli emas. Bitcoin adalah emas baru," demikian ungkapnya.

289031

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.