Advertisement

iklan

Lagarde ECB: Efek Samping Moneter Longgar Sedang Melanda

Christine Lagarde menyerukan agar pemerintah di negara-negara Zona Euro lebih banyak membantu mendorong ekonomi masing-masing dengan kebijakan fiskal.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Presiden European Central Bank (ECB) Christine Lagarde mengakui bahwa kebijakan moneter longgar bank sentral yang dipimpinnya, telah menyebabkan terpukulnya nasabah yang menabung dan memantik kenaikan harga aset.

Dalam pidatonya di hadapan Parlemen Eropa di Strasbourg, Selasa (11/Februari) malam ini, Lagarde menyiratkan ada kekhawatiran di kalangan pembuat kebijakan terkait pengaturan mata uang uni Eropa yang belum sempurna.

christine-lagarde

Hal itu terbukti dari ECB yang terus menerus gagal mencapai target inflasi meskipun sudah melakukan berbagai kebijakan masif kontroversial dalam beberapa tahun terakhir. Lagarde menganggap bahwa suku bunga negatif dan pembelian aset yang masih diterapkan ECB, sudah waktunya untuk dilakukan peninjauan kembali.

"Semakin lama langkah akomodatif kita dijalankan, maka semakin besar risiko efek samping kebijakan tersebut akan semakin kentara," kata Lagarde. "Ketika suku bunga rendah, kebijakan fiskal dapat menjadi sangat efektif; itu bisa mendukung momentum pertumbuhan Zona Euro, yang imbal baliknya akan memberikan dorongan inflasi secara intesif sehingga perlahan-lahan akan mengarah pada kenaikan suku bunga."

 

Pentingnya Dukungan Kebijakan Fiskal

Pernyataan Lagarde ini menyusul testimoni Ketua The Fed Jerome Powell. Bedanya, Lagarde tidak menyinggung soal dampak Virus Corona dalam pidatonya. Padahal masalah tersebut sudah mejadi perhatian sejumlah bank sentral, karena mengakibatkan kenaikan risiko ekonomi seperti tutupnya pabrik-pabrik dan mengganggu suplai ekspor-impor.

Hampir sama dengan seruan pendahulunya, Mario Draghi, Lagarde menekankan pidatonya pada perlunya dukungan kebijakan fiskal, reformasi struktural, dan sebuah pasar modal gabungan.

"Ekonomi yang lebih mantap dan kesatuan moneter dengan elemen-elemen tersebut tak hanya dapat menolong kita menaikkan standar hidup... tetapi juga mendukung pengaruh Eropa ke dunia, termasuk membuat Euro menjadi lebih menarik di mata dunia," tegas Lagarde.

Setelah pidato Lagarde, Euro sedikit menguat terhadap Dolar AS di 1.0919. Meskipun demikian, EUR/USD secara umum masih berada di level rendah dan belum mampu pulih dari pergerakan bearish selama enam sesi berturut-turut.

eurusd

291974

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


11 Jun 2020

Kesulitan Akses Seputarforex?

Lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone