Laju GDP Jepang Capai Terendah Setahun, Yen Ditopang Isu Dagang

Proses pemulihan ekonomi kembali terhambat dan laju GDP Jepang melambat. Namun, Yen Jepang tetap unggul versus Dolar AS.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Publikasi data preliminer tentang pertumbuhan ekonomi Jepang menampilkan kinerja yang mengecewakan. Gegara terus berlanjutnya konflik dagang AS-China, pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP) mandek di level terendah dalam setahun. Meski demikian, Yen tetap perkasa dengan pasangan mata uang USD/JPY tergelincir hingga sekitar 0.1 persen ke kisaran 108.60-an pada sesi Asia (14/November), karena tingginya minat risk-off pasar saat ini.

USDJPY Daily

Kantor Kabinet Jepang melaporkan bahwa pertumbuhan GDP kuartal III/2019 hanya tumbuh 0.1 persen (Quarter-over-Quarter); jauh lebih rendah dibandingkan estimasi awal yang dipatok pada 0.2 persen maupun rekor periode sebelumnya yang mencapai 0.4 persen. Akibatnya, laju GDP tahunan membukukan kinerja mengecewakan sebesar 0.2 persen saja, setelah sempat mencetak kenaikan 1.8 persen pada kuartal kedua.

"Pertumbuhan domestik telah mengimbangi sejumlah pelemahan dalam permintaan eksternal, tetapi kita tak bisa mengandalkannya untuk berlanjut," ujar Taro Saito dari NLI Research Institute, sebagaimana dilansir oleh Reuters. Lanjutnya, "Kontraksi GDP Oktober-Desember sudah jelas. Perekonomian (Jepang) bisa jadi rebound awal tahun depan, tetapi akan kekurangan momentum."

Secara keseluruhan, data GDP Jepang menyediakan alasan kuat bagi kebijakan moneter longgar bank sentral Jepang (Bank of Japan) untuk dijalankan dalam periode lebih lama. Namun, kemungkinan muncul pula desakan lebih besar bagi pemerintah Jepang untuk menggelontorkan stimulus fiskal guna mengimbangi dampak penerapan kenaikan pajak konsumsi pada bulan Oktober lalu, yang boleh jadi menekan permintaan domestik mulai kuartal keempat ini.

Terlepas dari itu, Yen Jepang menghadapi kenaikan minat beli hari ini, sehubungan dengan fungsinya sebagai salah satu mata uang safe haven. Upaya AS dan China untuk mencapai kesepakatan damai kembali menemui kendala signifikan, sehingga menumbuhkan kekhawatiran lebih besar di kalangan pelaku pasar tentang perlambatan ekonomi global yang ditimbulkan oleh perang dagang kedua negara adidaya. Di tengah eskalasi ketidakpastian dan ancaman gejolak, Yen Jepang masih dianggap sebagai aset paling aman.

290956

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.