Advertisement

iklan

Laju Inflasi Zona Euro Meninggi, EUR/USD Berkonsolidasi

Kenaikan inflasi Zona Euro akhir tahun lalu ditanggapi dingin oleh pelaku pasar. EUR/USD masih terus berkonsolidasi tanpa adanya katalis signifikan.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Laporan inflasi Zona Euro terbaru menunjukkan peningkatan. Laporan ini sempat mengangkat EUR/USD dari level terendah harian 1.1165 ke kisaran 1.1180-an pada pertengahan sesi Eropa (7/Januari). Namun, laju inflasi tahunan masih belum mencapai target bank sentral Eropa (ECB), sehingga diperkirakan tidak akan memicu perubahan kebijakan moneter maupun memperkuat nilai tukar Euro secara permanen.

EURUSD DailyGrafik EUR/USD Daily via Tradingview.com

Eurostat melaporkan bahwa laju inflasi konsumen tahunan di Zona Euro meningkat dari 1 persen menjadi 1.3 persen pada bulan Desember 2019. Angka tersebut selaras dengan ekspektasi pasar, dan merupakan rekor tertinggi sejak April 2019. Kenaikan inflasi didorong oleh peningkatan harga komoditi, sehingga inflasi inti -yang tidak memerhitungkan harga energi dan makanan volatile- tetap flat pada level 1.3 persen (Year-on-Year).

Secara terpisah, laporan penjualan ritel menampilkan kenaikan 1.0 persen (Month-over-Month) pada bulan November 2019. Kinerja ini lebih baik ketimbang pertumbuhan -0.3 persen pada periode sebelumnya, sekaligus melampaui estimasi awal. Laporan ini melengkapi sinyal stabilisasi ekonomi Zona Euro untuk sementara waktu, meski beberapa data sentimen bisnis masih lesu. Secara khusus, data PMI Manufaktur berbagai negara anggota Zona Euro masih berada dalam teritori kontraksi.

"Di satu sisi, (inflasi) inti 1.3 persen sudah lebih tinggi dibandingkan beberapa waktu sebelumnya dan momentum (pertumbuhan ekonomi) terbangun secara bertahap. Tapi, di sisi lain, inflasi inti kemungkinan akan menurun lagi bulan depan dan indikator aktivitas bisnis agaknya akan (dianggap) lebih penting hingga risiko perlambatan yang lebih dalam telah memudar," kata Anders Svendsen, seorang ekonom di Nordea Markets. Lanjutnya, "Singkatnya, angka-angka hari ini kemungkinan akan menjaga ECB dalam mode wait-and-see."

291558

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


11 Jun 2020

Kesulitan Akses Seputarforex?

Lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone