iklan |
iklan |
Libra Facebook, mata uang kripto yang akan diluncurkan tahun 2020 mendapatkan beragam respon dari seluruh dunia. Menariknya, dukungan untuk token ini justru berasal dari China, negara yang notabene melarang semua jenis kegiatan terkait mata uang kripto. Sementara kawasan yang selama ini dikenal lebih ramah kripto seperti Eropa, justru mengkritik kehadiran Libra.
Tencent Dan Sogou Dukung Libra Facebook
Dukungan pertama datang dari Pony Ma, pendiri Tencent, yang telah secara terbuka mengungkapkan dukungannya terhadap Libra melalui Twitter. Ma mengatakan bahwa ia yakin jika teknologi Libra sangat matang. Namun, ia juga menyatakan bahwa keberhasilan mata uang kripto tersebut bisa bergantung pada izin regulator.
Dukungan kedua berasal dari Wang Xiaochuan, pimpinan Sogou yang merupakan mesin pencari terbesar kedua di China. Dalam komentar yang dibuat melalui Weibo, Xiaochuan mengatakan bahwa Internet 3.0 (Blockchain) akan segera mendominasi. "Dengan 2.7 miliar basis pengguna, visi dan merek global, sejumlah aliansi besar, dan efek jaringan lainnya, Libra Facebook kemungkinan besar akan membuat dunia yang berbeda. Ini menjadi tantangan baru bagi China," ungkap Xiaochuan.
Pesimis Dengan Libra Facebook, Eropa Tekankan Fungsi Pengawasan
Berbeda dari sosok-sosok ternama dari China, para figur berpengaruh dari Prancis, Inggris, dan Jerman justru mengungkapkan skeptisme terhadap Libra Facebook. Bruno Le Maire, Menteri Keuangan Prancis, mengatakan kepada Europe 1 Radio bahwa Libra tidak mungkin menjadi mata uang berdaulat. Le Maire bahkan meminta gubernur-gubernur bank sentral yang tergabung dalam Group of Seven (AS, UK, Kanada, Italia, Spanyol, Prancis, dan Jepang) untuk berkolaborasi dalam menghadapi Libra.
Sementara itu, Marcus Faber yang merupakan seorang wakil Jerman di Parlemen Eropa menggemakan seruan bahwa regulator harus waspada dalam pengawasan Libra. Hal senada diungkapkan oleh Gubernur Bank of England, Mark Carney, yang lebih berhati-hati dalam mengungkapkan pendapatnya. Berbicara dalam acara perbankan di Portugal, ia mengatakan bahwa pendekatan kepada Libra harus dilakukan dengan pikiran terbuka, tetapi harus tetap tunduk pada batasan peraturan yang terkoordinasi.