OctaFx

iklan

Minat Risiko Pasar Rendah, Yen Kokoh Versus Mata Uang Mayor

Yen Jepang terkoreksi dalam perdagangan hari ini, tetapi masih bullish dalam kerangka waktu Monthly. Sebabnya, situasi politik membebani minat risiko pasar.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pasangan mata uang USD/JPY menguat tipis pada awal perdagangan sesi Eropa hari ini (29/Agustus) ke level 106.18, tetapi telah merosot lebih dari 2 persen dalam basis bulanan. Yen Jepang yang berstatus sebagai safe haven juga unggul versus Euro dan Pound bulan ini. Pasalnya, minat risiko pasar cenderung rendah di tengah eskalasi ancaman politik terhadap pertumbuhan ekonomi berbagai negara.

USDJPY DailyGrafik USD/JPY Monthly via Tradingview.com

Pada hari Rabu, Washington merealisasikan ancaman tambahan kenaikan tarif terbaru dari Presiden AS Donald Trump untuk membalas tarif yang diluncurkan oleh China akhir pekan lalu. Kenaikan tarif impor sebesar 5% akan diberlakukan terhadap USD300 Miliar barang asal China pada tanggal 1 September dan 15 Desember mendatang, sehingga jumlah barang yang menghadapi kenaikan tarif mulai kedua tanggal tersebut semakin banyak. Di saat yang sama, AS dan China malah belum mempublikasikan kabar apapun terkait perundingan perdagangan kedua negara.

"Investor masih khawatir tentang perang dagang dan sedikit sekali optimisme bagi kita untuk menyaksikan terobosan substansial dalam negosiasi," kata Esther Maria Reichelt, seorang pakar strategi dari Commerzbank, sebagaimana dilansir oleh Reuters.

Sementara itu, Chris Weston dari Pepperstone Group mengatakan, "Sangat sulit untuk mengambil risiko besar apapun dalam suasana seperti ini," sehubungan dengan inversi kurva yield obligasi yang kini juga menjadi indikator sentimen pasar.

Yen Jepang diincar pula oleh investor Inggris di tengah kemelut brexit yang semakin rumit. GBP/JPY sempat jatuh ke 128.47 dan terus berkonsolidasi dekat level terendah sejak tahun 2016, setelah PM Boris Johnson memutuskan untuk mensuspensi parlemen Inggris kemarin. Langkah Johnson berisiko memaksa Inggris merealisasikan "No-Deal Brexit" sekaligus pemilu dini dalam tahun ini.

289865

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


24 Sep 2019