OctaFx

iklan

Harga Minyak Tertekan Karena AS Beri Keringanan Sanksi Iran

Pemerintah AS pada hari Jumat pekan lalu telah memutuskan akan mengizinkan 8 importir untuk tetap membeli minyak mentah dari Iran.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Harga minyak kembali turun pada perdagangan hari Senin (5/11), tertekan oleh kabar melunaknya sanksi AS terhadap Iran, yang memungkinkan beberapa negara untuk mengimpor minyak dari Iran untuk sementara waktu.

Washington secara jelas telah mengizinkan beberapa negara untuk mengimpor minyak dari Iran, sekalipun negeri tersebut tengah dikenai sanksi. Keputusan AS yang memberi keringanan sanksi Iran mulai berlaku pada awal pekan ini.

Harga Minyak Tertekan Karena AS Beri

Melalui Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, pemerintah AS telah mengumumkan akan mengizinkan (walau sementara) delapan importir untuk tetap membeli minyak mentah dari Iran. Pompeo menyebut keputusan tersebut sebagai "yurisdiksi", sebuah istilah yang memungkinkan importir Taiwan, yang tidak dianggap AS sebagai negara, dapat melakukan impor minyak dari Iran.

"Semua mata akan tertuju pada hasil negosiasi terhadap kemungkinan keringanan sanksi terhadap Iran. Setiap kesepakatan yang memungkinkan importir dari negara lain dapat membeli minyak Iran, kemungkinan akan terus menekan harga minyak," kata analis bank ANZ dalam sebuah catatan.

 

Harga Minyak Semakin Tertekan

Penurunan harga minyak terlihat dari pergerakan minyak mentah Brent berjangka yang berada di kisaran $72.35 per barel pada saat berita ini ditulis. Pelemahan tersebut tercatat sebesar 30 cent (0.4 persen) dari posisi penutupan sesi sebelumnya. Kondisi serupa juga dialami minyak WTI, yang mengalami penurunan 27 cent (0.4 persen) pada harga $62.64 per barel.

Harga minyak turun

Tren harga minyak memang sedang menurun dalam beberapa pekan terakhir. Kabar dari Arab Saudi yang berjanji akan meningkatkan Volume minyak turut membebani pergerakan harga emas hitam ini. Hal tersebut menekan harga minyak Brent sebanyak 16 persen, dan minyak WTI yang menderita penurunan lebih dari 18 persen sejak awal Oktober lalu.

286021

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.