Advertisement

iklan

New Zealand Siap Lockdown Nasional Sebulan, NZD/USD Terpuruk

New Zealand menjadi negara asal mata uang mayor pertama yang mengambil keputusan tegas untuk lockdown nasional demi membendung wabah virus Corona.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Seputarforex.com - Dolar New Zealand membukukan pelemahan hampir 2 persen lagi terhadap Dolar AS dalam perdagangan hari ini (23/Maret). Posisi NZD/USD terkungkung dalam kisaran terendah sejak Mei 2009. Kiwi juga melemah versus mata uang negeri jirannya, AUD, setelah bank sentral merilis program Quantitative Easing. Apalagi pemerintah-nya mengumumkan dimulainya lockdown nasional selama sebulan; keputusan drastis pertama yang diambil oleh salah satu negara mata uang utama.

NZDUSD DailyGrafik NZD/USD Daily via Tradingview.com

Tadi pagi, Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) mengumumkan program pembelian obligasi baru senilai sekitar 30 miliar dolar selama 12 bulan ke depan demi menjaga likuiditas pasar keuangan. Jumlah tersebut lebih besar dibanding ekspektasi pasar. Sementara itu, Perdana Menteri Jacinda Ardern meluncurkan subsidi gaji sekitar 9.3 miliar dolar. Ia juga mengumumkan lockdown nasional selama setidaknya 4 pekan ke depan, mulai hari Rabu mendatang.

Hingga saat ini, New Zealand baru mencatat total infeksi virus Corona sebanyak 102 kasus. Belum ada korban meninggal sama sekali. Akan tetapi, pemerintah setempat menilai perlu mengambil langkah drastis, karena transmisi komunitas diduga sudah dimulai (bukan hanya infeksi yang dibawa oleh pendatang dari luar negeri saja).

"Saat ini, kita memiliki peluang untuk memutus rantai transmisi komunitas -untuk membendung virus ini- menghentikannya dan melindungi warga New Zealand dari (situasi) yang terburuk," kata Ardern.

Mike Shirley, seorang dealer di Kiwibank mengatakan kepada New Zealand Herald, "Kita memang buka sedikit lebih lemah, dan kemudian aksi Reserve Bank pagi ini mengirim Kiwi jatuh sekitar 56 US sen (sebelum pulih kembali). Setelah pengumuman Perdana Menteri, (NZD/USD) jatuh ke bawah 56 lagi, tetapi kemudian pulih. Banyak yang terjadi, banyak penggerak."

Lebih lanjut, Shirley berpendapat selisih suku bunga dan data ekonomi sudah tidak relevan lagi dalam mengevaluasi kurs mata uang sekarang. Yang dapat dilakukan oleh pelaku pasar hanyalah memantau headline terbaru dan mencoba menerjemahkan apakah suatu kabar itu baik atau buruk dari sudut pandang ekonomi.

292400

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.