Advertisement

iklan

Notulen FOMC: Suku Bunga Nyaris Nol Hingga Dampak COVID-19 Teratasi

Notulen FOMC mengungkap fakta bahwa semua petinggi bank sentral AS mengekspresikan kekhawatiran mendalam terhadap dampak ekonomi COVID-19.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Dini hari tadi, Federal Open Market Committee (FOMC) mempublikasikan notulen dari rapat kebijakan yang digelar tanggal 15 Maret lalu. Dalam rapat tersebut, komite tertinggi dalam tubuh Federal Reserve itu memutuskan untuk memangkas suku bunga AS hingga nyaris nol. Alasan apa yang mendasarinya?

Notulen FOMC mengungkap fakta bahwa semua petinggi bank sentral AS mengekspresikan kekhawatiran mendalam terhadap dampak ekonomi dari COVID-19. Oleh karena itu, mereka sepakat perlu melancarkan respons berupa perubahan kebijakan signifikan demi meredam perlambatan ekonomi.

Federal Reserve

"Proyeksi untuk ekonomi AS yang disiapkan oleh staf untuk rapat FOMC Maret telah menunjukkan penurunan secara signifikan dari forecast rapat Januari dalam merespons berita tentang penyebaran virus Corona di dalam dan luar negeri, dan dalam merespons penurunan besar terkait dari outlook ekonomi asing, beserta pergerakan pasar keuangan terkini," ungkap notulen FOMC.

Notulen juga menunjukkan bahwa Presiden Fed Cleveland, Loretta Mester, merupakan satu-satunya dari sepuluh anggota rapat FOMC yang menentang pemangkasan suku bunga sebesar 75 basis poin. Ia sebenarnya lebih menyetujui pemangkasan sebesar 50 basis poin saja agar The Fed memiliki ruang lebih luas untuk memangkas suku bunga lagi di masa depan.

Terlepas dari opini Mester, suku bunga The Fed akhirnya dipangkas 75 bps ke rentang 0.0-0.25 persen. Notulen menyebutkan bahwa suku bunga AS akan tetap berada pada rentang saat ini hingga perekonomian AS terbukti mampu mengatasi perlambatan ekonomi yang disebabkan oleh COVID-19. Ditegaskan pula, pemulihan tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan moneter, melainkan juga bidang pelayanan kesehatan dan fiskal.

Dipaparkan dalam notulen, "Partisipan (rapat FOMC) mencatat bahwa momen berlanjutnya kembali pertumbuhan dalam perekonomian AS tergantung pada upaya-upaya membendung yang diterapkan, berikut kesuksesan upaya-upaya tersebut, dan terhadap respons kebijakan lain, termasuk kebijakan fiskal."

Indeks Dolar AS (DXY) hampir tak menanggapi rilis notulen FOMC sama sekali. Saat berita ditulis, DXY naik tipis dan melanjutkan penguatan di kisaran 100.25. Perdagangan hari ini cenderung kalem menjelang dua agenda berpotensi eksplosif nanti malam, yaitu penyampaian hasil rapat OPEC+ dan publikasi data klaim pengangguran AS.

292586

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.