NZD/USD Menguat Tipis Di Tengah Spekulasi Suku Bunga RBNZ

Kenaikan tingkat pengangguran New Zealand memantik diskusi mengenai apakah suku bunga RBNZ perlu dipangkas lagi dalam waktu dekat.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dolar New Zealand menguat sekitar 0.15 persen ke kisaran 0.6385 versus Dolar AS pada pertengahan sesi Eropa (6/November) berkat antusiasme pasar menantikan kesepakatan dagang AS-China, setelah sempat tergelincir pada sesi Asia. Namun, rilis data ketenagakerjaan yang mengecewakan tadi pagi memicu perdebatan mengenai apakah bank sentral New Zealand (RBNZ) bakal memangkas suku bunga lagi atau tidak dalam rapat kebijakan minggu depan.

NZDUSD DailyGrafik NZD/USD Daily via Tradingview.com

Menurut laporan resmi pemerintah, tingkat pengangguran New Zealand meningkat dari 3.9 persen menjadi 4.2 persen selama kuartal ketiga tahun ini. Jumlah orang bekerja hanya meningkat 0.2 persen (QoQ) selama periode tersebut (versus ekspektasi 0.3 persen), padahal tingkat partisipasi angkatan kerja secara umum meningkat dari 70.30 persen menjadi 70.40 persen.

Tingkat pengangguran sebelumnya pada level 3.9 persen merupakan rekor terendah dalam sebelas tahun, sehingga memicu RBNZ untuk menyimpulkan bahwa perekonomian bisa jadi mencapai full-employment dalam kuartal III/2019. Data ketenagakerjaan yang dirilis hari ini menepis ekspektasi tersebut. Akibatnya, muncul kekhawatiran kalau-kalau bank sentral bakal memangkas suku bunga lagi.

"Kami memperkirakan RBNZ akan memangkas OCR sebanyak 25 basis poin pekan depan dalam rapat MPS November, dan memberikan isyarat bahwa pemangkasan suku bunga lebih lanjut bisa jadi dilakukan apabila arus data dan outlook memerlukannya -hal mana kami kira akan terjadi pada waktunya. Kami terus memperkirakan pemangkasan lebih lanjut pada bulan Februari dan Mei tahun depan, ditujukan untuk mencegah selipnya inflasi dan ekspektasi inflasi lebih jauh. Hal ini akan membawa OCR ke rekor terendah baru pada 0.25 persen," papar Sharon Zollner, pimpinan ekonom di ANZ Bank.

Analis dari jaringan bank terbesar lain di kawasan Antipodean menyampaikan pendapat berbeda. Westpac menganggap angka-angka dalam laporan ketenagakerjaan kali ini mengisyaratkan bahwa RBNZ bakal membiarkan suku bunga tetap pada level 1 persen dalam rapat pekan depan. Apabila hal itu terealisasi, maka dampaknya akan positif bagi Dolar New Zealand.

"Mundur sejengkal, tampaknya tingkat pengangguran telah mendatar selama setahun terakhir atau lebih, bukannya meningkat seperti yang kami perkirakan, karena perekonomian secara umum telah melambat. Pertumbuhan pekerjaan melemah, sebagaimana ditunjukkan dalam Household Labour Force Survey (HLFS) dan Quarterly Employment Survey (QES). Namun, hal itu telah diimbangi oleh penurunan partisipasi angkatan kerja, khususnya dalam kelompok usia lebih tua yang memilih pensiun dini," kata Michael Gordon dari Westpac.

290856

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.