Advertisement

iklan

PBOC Potong Lagi RRR, Lebih Banyak Dari Ekspektasi

Penulis

+ -

Bank Sentral China (PBOC) memotong jumlah uang tunai yang harus dimiliki oleh bank-bank negara tersebut sebagai cadangan (RRR) pada hari Minggu (19/04) kemarin, dan merupakan pemotongan terbesar kembali yang dilakukan sejak dua bulan yang lalu. Hal ini menambah lebih banyak likuiditas untuk negara ekonomi terbesar kedua dunia ini.

iklan

iklan

Bank Sentral China (PBOC) memotong jumlah uang tunai yang harus dimiliki oleh bank-bank negara tersebut sebagai cadangan (RRR) pada hari Minggu (19/04) kemarin, dan merupakan pemotongan terbesar kembali yang dilakukan sejak dua bulan yang lalu. Hal ini menambah lebih banyak likuiditas untuk negara ekonomi terbesar kedua dunia ini demi membantu memacu pinjaman bank dan memberantas lemahnya pertumbuhan.

PBOC
People Bank of China (PBOC) menurunkan jumlah Reserve Requirement Ratio (RRR) untuk seluruh bank di China sebanyak lebih dari 100 basis poin hingga 18.5 persen, yang berlaku mulai 20 April hari ini, demikian yang dipaparkan oleh bank sentral di websitenya www.pbc.gov.cn.

"Walaupun pertumbuhan dalam kuartal pertama mencapai target, yakni di sekitar 7 persen pada tahun 2015, namun perlambatan di beberapa area, termasuk output industri dan penjualan retail, telah menyebabkan kekhawatiran," papar sebuah laporan dari kantor berita Xinhua setelah kebijakan tersebut diumumkan.

Tak Perlu Khawatir

Pemotongan kali ini, merupakan pengurangan yang terbesar sejak krisiS keuangan global yang terjadi pada tahun 2008, menunjukkan bahwa bank sentral masih berupaya keras mengentaskan perekonomian China dari penurunan tajam. "Ukuran (pemotongan RRR) kali ini lebih besar daripada yang diekspektasikan." ungkap Chen Kang, analis dari sebuah sekuritas yang diwawancarai oleh Reuters. Menurut Chen Kang, PBOC akan meluncurkan likuiditas sebesar setidaknya satu triliun Yuan.

Meski demikian, para analis menyatakan agar pasar tak terlalu mengkhawatirkan hal ini karena perkembangan pasar ekonomi seperti AS, mulai menunjukkan pemulihan meskipun masih ada sejumlah kekurangan. Menurut IMF, perekonomian dunia akan tumbuh sebanyak 3.4 persen dan diperkirakan akan berekspansi sebanyak 3.5 persen dan 3.8 persen di 2016 dan 2016.

GDP Tiongkok

229849
Penulis

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini