Pengangguran Meningkat, Pound Masih Fokus Polemik Brexit

Apabila polemik brexit tak benar-benar terselesaikan dalam bulan ini, maka kondisi ekonomi Inggris berpotensi memburuk lebih cepat.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Pound Inggris kembali menanjak mendekati level 1.2700 terhadap Dolar AS dalam perdagangan hari ini (15/Oktober), karena tingginya ekspektasi untuk tercapainya kesepakatan brexit. Akan tetapi, banyak pihak memilih untuk bertindak lebih hati-hati, karena data ekonomi domestik semakin memburuk. Apabila polemik brexit tak benar-benar terselesaikan dalam bulan ini, maka kondisi ekonomi Inggris berpotensi memburuk lebih cepat.

GBPUSD DailyGrafik GBP/USD Daily via Tradingview.com

Laporan ketenagakerjaan Inggris bulan Agustus 2019 yang dirilis hari ini cenderung mengecewakan. Data Employment Change 3M/3M tercatat -56k, bukannya meningkat 23k seperti estimasi pasar. Average Earnings Index+Bonus hanya tumbuh 3.8 persen; lebih rendah dibandingkan prestasi 3.9 persen pada periode sebelumnya maupun estimasi yang dipatok pada 4.0 persen. Bahkan, tingkat pengangguran Inggris meningkat dari 3.8 persen menjadi 3.9 persen.

"Laporan ketenagakerjaan Inggris yang sangat buruk, dengan penurunan jumlah orang bekerja terbanyak sejak tahun 2015," kata Martin Lund dari Nordea Markets, "Kami telah memeringatkan tentang lemahnya outlook pasar tenaga kerja Inggris selama beberapa waktu. Kemungkinan pemangkasan suku bunga meningkat!"

Chris Williamson dari IHS Markit juga berkomentar, "Lowongan kerja jatuh ke rekor terendah sejak akhir 2017, dan telah mengisyaratkan pelemahan berkelanjutan dalam permintaan staff sejak awal tahun. Situasi ini cocok sekali dengan sinyal pelemahan permintaan staff dalam survei industri rekrutmen REC/KPMG."

Laporan ekonomi Inggris kali ini tak berdampak besar terhadap nilai tukar Poundsterling, karena pelaku pasar masih berfokus pada negosiasi brexit. Optimisme untuk tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat kembali meningkat sehubungan dengan rumor terbaru dari meja perundingan Inggris-Uni Eropa.

Tadi pagi, pimpinan negosiator Uni Eropa Michel Barnier mengatakan kepada wartawan di Luxemburg bahwa kesepakatan masih bisa tercapai dalam pekan ini, tetapi Inggris harus menyerahkan teks legal kesepakatan itu terlebih dahulu. Investor dan trader kini meningkatkan optimisme mereka, sembari mengamati apakah Inggris bisa mengajukan sebuah draft kesepakatan brexit utuh dalam pertemuan tingkat tinggi Uni Eropa tanggal 17-18 Oktober, agar dapat mengejar deadline yang telah ditentukan.

Apabila belum ada draft yang disetujui hingga 19 Oktober, maka legislasi parlemen Inggris (Benn Act) mengharuskan PM Boris Johnson untuk memohon penundaan deadline brexit dari 31 Oktober 2019 menjadi 31 Januari 2020 kepada Uni Eropa -sebuah langkah yang telah ditolak keras oleh Johnson-. Dalam pernyataan terakhirnya, Johnson masih bersikeras akan membawa Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa deal apabila kesepakatan tak tercapai dalam pekan ini, walaupun tindakan itu akan dianggap melanggar hukum.

290557

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.