Advertisement

iklan

Penjualan Ritel Inggris Memburuk, Sterling Ambruk

Pound melemah karena data penjualan ritel Inggris memperkuat ekspektasi untuk pemangkasan suku bunga bank sentral Inggris (BoE) pada akhir bulan ini.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Seputarforex.com - Poundsterling merosot hingga 0.26 persen ke level 1.30445 terhadap Dolar AS pada pertengahan sesi Eropa hari ini (17/Januari). Sterling juga terpantau melemah versus Yen Jepang dan Euro, karena rilis data penjualan ritel yang merosot secara mengejutkan pada bulan Desember lalu. Hal ini memperkuat ekspektasi untuk pemangkasan suku bunga bank sentral Inggris (BoE), meski sejumlah analis masih optimis data bulan Januari akan menunjukkan performa yang lebih baik.

GBPUSD DailyGrafik GBP/USD Daily via Tradingview.com

Penjualan ritel bulan Desember 2019 tercatat -0.6 persen (Month-over-Month). Padahal, pelaku pasar mengharapkan kenaikan 0.5 persen. Data periode sebelumnya juga direvisi turun menjadi -0.8 persen. Akibatnya, pertumbuhan penjualan ritel tahunan hanya mencapai 0.9 persen, jauh dari kenaikan 2.6 persen yang diharapkan oleh pelaku pasar.

Kuantitas penjualan ritel di semua sektor mengalami penurunan, kecuali toko kebutuhan rumah tangga dan bahan bakar. Penjualan toko-toko di luar bahan makanan bahkan mencetak rekor -1.0 persen. Terlepas dari itu, analis masih menyimpan harapan untuk membaiknya penjualan ritel dalam periode berikutnya.

"Jatuhnya volume penjualan ritel pada bulan Desember menjadi kejutan besar dan menandakan bahwa konsumen melarikan diri pada akhir tahun lalu di tengah meningkatnya ketidakpastian politik," kata Samuel Tombs dari Pantheon Macroeconomics, "Sekarang, lima bulan telah berlalu tanpa peningkatan bulanan dalam penjualan, rekor terpanjang tanpa pertumbuhan sejak pencatatan data dimulai pada tahun 1970. Kami sempat berpikir bahwa penyesuaian musiman sehubungan dengan Black Friday yang lebih lambat merupakan biang kerok dari jatuhnya data November dan penjualan akan rebound pada Desember; tetapi data-data ini jelas membantah teori kami."

Tombs menambahkan, "Dalam jangka pendek, data ini jelas memperkuat argumen bagi MPC untuk memangkas suku bunga bank pada 30 Januari. Meski begitu, pemilu Desember telah menghantarkan penyusutan ketidakpastian politik secara dramatis, dan kami bisa melihat dari data pasar tenaga kerja dan money supply bahwa pendapatan disposabel rumah tangga terus meningkat dengan laju solid pada kuartal keempat. (Karena itu) prospek kebangkitan belanja konsumen pada kuartal pertama masih cukup solid."

Selanjutnya, pelaku pasar akan menyoroti rilis data Purchasing Managers' Index (PMI) pada tanggal 27 Januari untuk mengukur seberapa besar prospek pemangkasan suku bunga BoE. Tombs mengakui bahwa peluang pemangkasan suku bunga akan membesar jika data tersebut ternyata memburuk, bukannya membaik sesuai ekspektasinya.

291686

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.