Advertisement

iklan

Perdana Menteri Inggris Mengundurkan Diri, Sterling Berkonsolidasi

Penulis

+ -

Sejumlah analis memandang pengunduran diri PM Inggris Boris Johnson dapat berdampak positif bagi pound sterling, tetapi trader agaknya masih memilih untuk wait-and-see.

iklan

iklan

Seputarforex - Inggris menghadapi situasi politik tak biasa dalam pekan ini, yang mencapai titik kulminasinya dengan pengunduran diri PM Boris Johnson. Sejumlah analis memandang pengunduran diri Johnson dapat berdampak positif bagi pound sterling, tetapi para trader tampak masih wait-and-see. GBP/USD menguat cukup tinggi ke atas ambang 1.2000 seusai pengumuman Johnson kemarin, tetapi surut lagi dalam perdagangan hari ini (08/Juli).

GBPUSD Daily Grafik GBP/USD Daily via TradingView

Krisis politik Inggris bermula dari pengunduran diri Menteri Kesehatan Sajid Javid dan Menteri Keuangan Rishi Sunak pada awal pekan. Keduanya mengklaim perbedaan visi dan hilangnya kepercayaan pada Johnson sebagai alasan. Setelah itu, anggota kabinet Johnson dan anggota parlemen dari partai Konservatif beramai-ramai "memberontak".

Partai Konservatif agaknya sudah tak sabar lagi lantaran Johnson terus menerus terlibat skandal. Skandal terakhir berkaitan dengan Chris Pincher, Deputy Chief Whip yang sebelumnya dipromosikan oleh Johnson. Johnson tetap mempromosikannya meski telah mengetahui "reputasi tak sedap" Pincher sebagai "tersangka" kasus pelecehan seksual.

Sekitar 60 orang mengundurkan diri dari posisi mereka dalam pemerintahan, termasuk Menteri Pendidikan dan Menteri Keuangan anyar yang baru dilantik dalam tempo kurang dari 48 jam. Semuanya mendesak agar Johnson mengundurkan diri.

Johnson tak mampu "ngotot" mempertahankan posisinya lagi di tengah situasi ini. Pada pertengahan sesi Eropa kemarin, ia akhirnya mengumumkan pengunduran diri.

Proses pemilihan pengganti ketua partai Konservatif selanjutnya akan berlangsung mulai hari ini, disusul oleh pengumuman jadwal lengkap pada pekan depan. Johnson akan tetap menjabat hingga terpilihnya pimpinan partai baru - yang juga akan menduduki kursi PM Inggris.

Hasil survei YouGov menyebutkan sejumlah kandidat yang paling populer untuk menggantikan Johnson. Peringkat tertinggi dihuni oleh Menteri Pertahanan Ben Wallace, Menteri Perdagangan Internasional Penny Mordaunt, Mantan Menteri Keuangan Rishi Sunak, dan Menteri Luar Negeri Liz Truss.

Bukan hanya anggota partai Konservatif saja yang kecewa terhadap kepemimpinan Johnson, melainkan juga pelaku pasar keuangan. Lengsernya Johnson saat ini pun dipandang sebagai peluang positif bagi pound sterling. Khususnya jika pemimpin baru Inggris kelak berani merintis reformasi struktural yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, serta bersedia memperbaiki hubungan dengan Uni Eropa terkait masalah Irlandia Utara.

"Mulai dengan faktor positif GBP, pasar forex akan berharap bahwa pemimpin baru akan berupaya memulihkan kesatuan partai dan memungkinkan Konservatif untuk memimpin secara lebih efektif dalam masa ketika krisis biaya hidup membayangi perekonomian," kata Valentin Marinov, Kepala Strategi FX di Credit Agricole, "(Selain itu) sejumlah klien berpikir lebih lanjut bahwa pemerintahan baru akan mengalami tekanan dari partai Konservatif untuk memangkas pajak dalam upaya mendorong pertumbuhan."

Download Seputarforex App

297926
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.