Advertisement

iklan

Perseteruan Inggris-Uni Eropa Lagi-lagi Bikin Sterling Depresi

Data inflasi Inggris terbaru sukses melampaui ekspektasi, tetapi nilai tukar Poundsterling dibayangi oleh perseteruan terbuka antara pejabat Inggris dan Uni Eropa.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Poundsterling sempat unggul dalam perdagangan sesi Eropa kemarin, tetapi kemudian menutup sesi New York dalam kondisi minus. Saat berita ditulis (19/Februari), mata uang ini melanjutkan pelemahan terhadap Dolar AS di bawah ambang 1.3000. Data inflasi Inggris terbaru sukses melampaui ekspektasi, tetapi nilai tukar Pound dibayangi oleh perseteruan terbuka antara pejabat Inggris dan Uni Eropa.

GBPUSD DailyGrafik GBP/USD Daily via Tradingview.com

Laporan Indeks Harga Konsumen Inggris menunjukkan bahwa laju inflasi meningkat 1.8 persen (Year-on-Year) pada bulan Januari 2020. Ini merupakan peningkatan solid dibandingkan pertumbuhan 1.3 persen pada bulan Desember, maupun estimasi awal yang dipatok pada 1.6 persen saja. Tak pelak, data memusnahkan ekspektasi pemangkasan suku bunga bank sentral Inggris (BoE).

"Bagi MPC (BoE), fakta bahwa inflasi berevolusi selaras dengan proyeksinya, menyediakan alasan lain untuk tidak memangkas suku bunga dalam waktu dekat," ujar Ruth Gregory dari Capital Economics.

Meski demikian, rilis data inflasi hanya berpengaruh positif sejenak bagi nilai tukar Pound. Mayoritas pelaku pasar lebih menyoroti adu retorika antara para pejabat Inggris dan Uni Eropa yang makin lama makin sengit. Padahal, negosiasi dagang antara kedua wilayah belum dimulai.

Pihak Inggris bersikeras menuntut sebuah kesepakatan perdagangan bebas yang tak mengharuskan negerinya untuk mengikuti standar dan aturan hukum Eropa. Di sisi lain, Eropa menyatakan kesepakatan hanya dapat dicapai jika Inggris bersedia mengikuti sejumlah aturan pokok pasar tunggal. PM Inggris Boris Johnson, Presiden Prancis Emmanuel Macron, pimpinan negosiator Inggris David Frost, dan pimpinan negosiator UE Michel Barnier; merupakan beberapa nama paling terkemuka yang sudah sumbang suara dalam sengketa ini.

Hari ini, kantor Perdana Menteri Inggris kembali melontarkan komentar provokatif. Mereka mengirim slide presentasi Barnier beberapa tahun lalu via Twitter, dengan caption, "Pada 2017, Uni Eropa menunjukkan pada slide mereka bahwa FTA (Free Trade Agreement -red) ala Kanada merupakan satu-satunya hubungan yang bisa dicapai dengan Inggris. Sekarang mereka bilang itu sama sekali tidak ada dalam penawaran (untuk negosiasi dagang pasca brexit -red). Michel Barnier, apa yang berubah?"

292052

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.