iklan

PM Johnson vs Parlemen Buntu, GBP Menderita Tekanan Bearish Baru

Poundsterling masih dikunci oleh masalah politik. Pergerakan berikutnya akan dipengaruhi oleh hasil pertemuan tentang brexit hari ini.

iklan

iklan

Pasangan mata uang GBP/USD menderita kemerosotan tiga hari beruntun, walaupun suspensi parlemen Inggris dibatalkan oleh Mahkamah Agung. Pasalnya, kontradiksi antara PM Boris Johnson dan parlemen Inggris malah semakin menajam. Saat berita ditulis (27/September), Pound telah mencatat pelemahan harian 0.3 persen di kisaran 1.2289 terhadap Dolar AS, serta lumpuh versus Euro dan Yen.

GBPUSD DailyGrafik GBP/USD Daily via Tradingview.com

Di hari pertama sidang setelah suspensi parlemen kemarin, PM Boris Johnson kembali mengutarakan keengganannya untuk mengajukan penundaan deadline jika sebuah kesepakatan tentang brexit belum dicapai bersama Uni Eropa bulan depan. Padahal, legislasi parlemen saja kemungkinan tak bisa memblokir prospek "No-Deal Brexit" sepenuhnya. Dibutuhkan komitmen Johnson juga untuk menghapus probabilitas "No-Deal Brexit".

"Ada banyak opini, tentu saja, dan semua opini itu tentang bahasa yang digunakan oleh anggota parlemen, serta bagaimana Boris mungkin tetap bisa membawa Inggris keluar dari Uni Eropa pada tanggal 31 Oktober tanpa deal. Faktanya adalah dia bisa dan ingin melakukannya," kata Neil Wilson dari Markets.com.

"Jalan brexit telah menjadi sangat kompleks. Meskipun niat pemerintahan Johnson untuk keluar dari UE dalam situasi apapun pada tanggal 31 Oktober tampaknya telah dihalangi oleh parlemen, masih ada banyak jalan menuju 'No-Deal Brexit' dan itu masih sedikit menjadi proyeksi dasar kami," ungkap Nikolaos Sgouropoulos dari Barclays.

Tumpuan harapan bullish untuk Sterling saat ini berpusat pada pencapaian deal antara Inggris dan Uni Eropa. Jika sebuah deal berhasil tercapai, maka Johnson tak punya alasan untuk merealisasikan "No-Deal Brexit".

Pertemuan antara Menteri Urusan Brexit, Stephen Barclay, dan pimpinan negosiator UE, Michel Barnier, akan kembali digelar hari ini. Pelaku pasar akan memantau konferensi pers seusai pertemuan tersebut untuk mengukur ulang prospek tercapainya deal. Trader sebaiknya berhati-hati karena retorika mereka bisa memengaruhi pergerakan Poundsterling terhadap semua mata uang mayor.

290303

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


11 Jun 2020

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone