iklan

PMI Manufaktur Jepang Membaik, USD/JPY Tertekan

Aktivitas pabrik Jepang masih terkontraksi. Namun, tingkat pemulihannya membuat para analis optimis dengan rebound ekonomi Jepang. USD/JPY melemah pada sesi perdagangan pagi ini.

iklan

iklan

Seputarforex - Pada hari Selasa (01/September), Biro Statistik Jepang mempublikasikan data PMI Manufaktur periode Agustus yang naik dari 45.2 ke 47.2. Hasil tersebut lebih baik daripada ekspektasi kenaikan di angka 46.6. Terlepas dari pertumbuhan tersebut, sektor manufaktur Jepang sejatinya masih berkubang di zona kontraksi karena belum mencapai ambang ekspansi di level 50.0. Namun setidaknya, pemulihan semakin terlihat dengan kenaikan indeks secara bertahap selama 3 bulan terakhir.

Kontraksi Manufaktur Jepang Sedikit

Kontraksi pada aktivitas pabrik Jepang mencatatkan perolehan paling rendah sejak Februari 2020. Namun, pelonggaran lockdown yang dilakukan oleh banyak negara di seluruh dunia telah berperan dalam pemulihan sektor manufaktur Jepang.

"Pelonggaran pembatasan terkait COVID-19 di seluruh dunia berdampak terhadap kenaikan permintaan sehingga membantu menghidupkan kembali aktivitas pabrik, terutama untuk produksi dan pekerjaan baru," kata Annabel Fiddes, direktur asosiasi ekonomi IHS Markit.

Rilis data fundamental Jepang yang semakin menunjukkan pemulihan secara bertahap telah membangkitkan optimisme para analis untuk memperkirakan rebound tipis pada kuartal ketiga. Ekspektasi ini muncul sekalipun permintaan domestik, investasi, dan sektor ekspor yang selama ini menopang ekonomi Jepang masih lesu.

 

Pelemahan Dolar AS Kuatkan Yen

Pair USD/JPY berada di kisaran 105.81, melemah 0.08 persen dari harga Open harian. Mata uang Yen diuntungkan oleh pelemahan Dolar AS yang sudah terjadi sejak pekan lalu, menyusul pernyataan The Fed terkait kebijakan moneter longgar yang lebih agresif.

Kontraksi Manufaktur Jepang Sedikit
Meskipun demikian, pergerakan USD/JPY masih dibayangi oleh berbagai sentimen negatif seperti kekhawatiran terhadap pandemi gelombang kedua, dan ketegangan geopolitik AS-China yang berpotensi mempengaruhi permintaan luar negeri. Di samping itu, mencuatnya ketidakpastian baru setelah PM Abe mengundurkan diri ikut menimbulkan keraguan di kalangan investor.

Download Seputarforex App

294152

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone