Advertisement

iklan

Pound Bearish, Inggris Disokong Stimulus Fiskal 30 Miliar

Poundsterling masih terus bergerak bearish. Akan tetapi, ada ekspektasi dukungan bagi perekonomian Inggris dari stimulus fiskal yang baru diumumkan kemarin.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Poundsterling tertekan di kisaran 1.2810-an versus Dolar AS dalam perdagangan hari ini (12/Maret), akibat tekanan bearish yang meningkat pasca pemangkasan suku bunga BoE kemarin. Kekhawatiran terhadap dampak wabah virus Corona juga mendorong pelaku pasar untuk meninggalkan mata uang ini. Namun, ada dukungan bagi perekonomian dalam bentuk stimulus fiskal yang akan segera digelontorkan oleh pemerintah Inggris.

GBPUSD DailyGrafik GBP/USD Daily via Tradingview.com

Menteri Keuangan Rishi Sunak mengumumkan anggaran khusus sebesar 30 Miliar Pound untuk menanggulangi potensi perlambatan ekonomi yang disebabkan oleh wabah. Selain itu, kenaikan anggaran belanja sebesar 175 Miliar Pound akan ditambahkan selama 5 tahun ke depan. Stimulus akan diberikan dalam bentuk refund untuk perusahaan-perusahaan yang terpaksa memberikan cuti berbayar kepada karyawan, pinjaman lunak yang dijamin oleh pemerintah, penghapusan business tax untuk perusahaan kecil, injeksi dana segar untuk UKM, dan lain sebagainya.

Stimulus fiskal yang dimuat dalam APBN 2020 ini diterjemahkan oleh para analis sebagai dukungan bagi Poundsterling. Kombinasi suku bunga rendah dan subsidi pemerintah diharapkan dapat menyokong aktivitas ekonomi Inggris tahun ini, di tengah beragam tantangan ekonomi seperti wabah virus Corona dan perceraian dengan Uni Eropa.

"Rishi Sunak sukses memenuhi ekspektasi (pasar) secara impresif. Terlepas dari krisis virus Corona yang sedang meluas, kebijakan fiskal seperti ini dapat diharapkan untuk menyediakan bantuan perekonomian Inggris. Poundsterling sekarang masih relatif undervalued," kata Marc-André Fongern dari MAF Global Forex.

Saat ini, Inggris merupakan satu-satunya negara asal mata uang mayor yang berhasil menggolkan stimulus fiskal dan moneter secara berkesinambungan. Negara-negara lain masih menitikberatkan pelonggaran kebijakan moneter, sementara pemerintah masing-masing enggan untuk menambah anggaran belanja fiskal.

292303

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


11 Jun 2020

Kesulitan Akses Seputarforex?

Lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone