Pound Berkonsolidasi, Tunggu Putusan Parlemen Inggris Dan Uni Eropa

Pelaku pasar memantau apakah Uni Eropa akan mengizinkan Inggris menunda deadline brexit lagi, serta apakah Inggris bakal menggelar pemilu dalam waktu dekat.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pound diperdagangkan dalam kisaran 1.2876-1.2949 terhadap Dolar AS hari ini (24/Oktober), mengokohkan pola konsolidasi dekat kisaran terkuat sejak Mei. Kegagalan Parlemen Inggris untuk memberikan dukungan bulat bagi kesepakatan brexit yang diajukan oleh PM Boris Johnson, telah menempatkan Pound dalam posisi wait-and-see. Pelaku pasar memantau apakah Uni Eropa akan mengizinkan Inggris menunda deadline brexit lagi, serta apakah Inggris bakal menggelar pemilu dalam waktu dekat.

GBPUSD Daily

Dalam voting akhir pekan lalu, Parlemen Inggris menolak usulan untuk mempercepat proses legislasi kesepakatan brexit yang diajukan oleh PM Boris Johnson. Akibatnya, kesepakatan kemungkinan takkan siap diresmikan sesuai target deadline brexit pada tanggal 31 Oktober mendatang. Dalam situasi ini, Uni Eropa diharapkan mengizinkan penundaan deadline.

Media The Telegraph melaporkan bahwa Presiden Prancis Emmanuel Macron akan mendesak agar penundaan deadline brexit tak lebih dari 15 hari, atau dengan kata lain hingga tanggal 15 November 2019. Apabila rekomendasi Macron disetujui, maka risiko No-Deal Brexit bakal kembali mencuat, karena parlemen Inggris dikhawatirkan tak bisa mencapai kesepakatan bulat dalam tempo singkat.

Presiden European Council, Donald Tusk, dirumorkan mendukung opsi lain untuk menunda deadline hingga 31 Januari 2020. Opsi tersebut juga di-endorse oleh parlemen Inggris. Namun, penundaan deadline yang lebih lama akan memberi peluang bagi parlemen Inggris dan atau PM Boris Johnson untuk mengadakan pemilu dini sebelum akhir tahun.

"Sterling masih berada dalam fokus utama bagi pasar forex," kata Michael McCarthy, pimpinan pakar strategi pasar di CMC Markets Sydney, sebagaimana dikutip oleh Reuters. Lanjutnya, "Tampaknya trader menimbang-nimbang manuver parlemen saat ini versus brexit yang tak terelakkan."

Probabilitas pemilu dini telah meningkat drastis sejak awal pekan ini. Menurut bursa judi Betfair, probabilitas digelarnya pemilu dalam tahun 2019 telah meningkat dari 35 persen menjadi 50 persen.

290696

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.