Advertisement

iklan

Pound Fluktuatif Tanggapi Pemangkasan Suku Bunga Darurat BoE

Bank sentral Inggris (BoE) tetiba memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin. Pound sempat melemah sejenak karenanya, tapi langsung melonjak lagi.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Bank sentral Inggris (BoE) akhirnya mengikuti jejak Federal Reserve dan Bank of Canada (BOC) dengan memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin. Langkah yang diambil sore ini (11/Maret) menempatkan tingkat bunga acuan Inggris pada level 0.25 persen, terendah sejak Agustus 2016. BoE juga meluncurkan serangkaian stimulus moneter lain dalam rangka membendung dampak wabah virus Corona, termasuk insentif dan pinjaman lunak senilai sekitar 100 miliar Pound untuk UKM.

Pengumuman BoE sempat memicu kejatuhan mendadak dalam nilai tukar Pound, karena pelaku pasar awalnya hanya memperkirakan pemangkasan sebesar 25 bps saja. Akan tetapi, Pound langsung rebound versus USD dan Euro. Sekitar dua jam setelah pengumuman tersebut, GBP/USD diperdagangkan menguat 0.25 persen di kisaran 1.2940, sedangkan EUR/GBP melandai 0.2 persen di kisaran 0.8745.

GBPUSD DailyGrafik GBP/USD Daily via Tradingview.com

Viraj Patel dari Arkera mengatakan, "Tak ragu lagi, (kebijakan BoE) ini terkoordinir dengan pelonggaran fiskal dalam anggaran Maret (yang akan diumumkan hari ini). Pound awalnya melemah karena 'kejutan' pemangkasan darurat. Tapi ekspektasi GBP/USD bertahan. Seluruh dunia akan melonggarkan (kebijakan moneter), sehingga selisih suku bunga tidak penting."

Pelaku pasar akan memerhatikan dua peristiwa penting lagi terkait GBP dalam beberapa jam ke depan. Pertama, konferensi pers Gubernur BoE Mark Carney. Ini boleh jadi merupakan pernyataan publik terakhirnya sebelum menyerahkan jabatan kepada penggantinya, Andrew Bailey. Kedua, Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak akan memaparkan anggaran negara. Pasar berharap anggaran tersebut akan memuat stimulus fiskal masif, seperti subsidi tertarget dan pemangkasan pajak.

Apabila stimulus fiskal terealisasi, maka Inggris akan menjadi satu-satunya negara mayor yang mampu memberikan respons moneter-fiskal kompak dalam krisis wabah kali ini. Pound berpotensi menguat seiring dengan melimpahnya persediaan likuiditas dalam perekonomian.

292290

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.