iklan

Pound Gentar Jelang Ambang 1.40 Versus Dolar

Sejumlah analis menilai pasar bersikap lebih hati-hati menyongsong ambang psikologis kunci 1.40 yang menanti pergerakan GBP/USD berikutnya

iklan

iklan

Seputarforex - Poundsterling terkoreksi sekitar 0.25 persen ke kisaran 1.3860-an terhadap dolar AS pada pertengahan sesi Eropa hari ini (17/Februari). Padahal, data inflasi konsumen Inggris menunjukkan pertumbuhan lebih tinggi dari ekspektasi. Sejumlah analis menilai pasar bersikap lebih hati-hati menyongsong ambang psikologis kunci 1.40 yang menanti pergerakan GBP/USD berikutnya.

GBPUSD DailyGrafik GBP/USD Daily via Tradingview.com

UK Office for National Statistics (ONS) melaporkan pertumbuhan inflasi untuk bulan Januari mencetak angka -0.2 persen (Month-over-Month). Data ini lebih buruk daripada pertumbuhan +0.3 persen pada Desember, tetapi lebih baik daripada estimasi konsensus yang mengkhawatirkan penurunan Januari sampai -0.4 persen. Laju inflasi tahunan berhasil naik sejengkal ke 0.7 persen (Year-on-Year), menepis prakiraan konsensus yang mengira data akan tetap 0.6 persen. CPI Inti juga berhasil bertahap pada 1.4 persen (Year-on-Year), lebih baik daripada estimasi konsensus yang dipatok pada 1.3 persen.

Harga pakaian dan alas kaki di Inggris tumbang menyusul pengetatan lockdown ketiga sejak awal Januari. Akan tetapi, terjadi kenaikan harga pada bidang furnitur dan rumah tangga, restoran dan perhotelan, makanan, serta transportasi. Analis menyambut baik laporan ini.

"Kenaikan kecil inflasi Januari menandai langkah pertama tahun ini menuju (inflasi) di atas target pada musim gugur," ungkap Samuel Tombs, Kepala Ekonom Inggris di Pantheon Macroeconomics.

Pantheon Macroeconomics meyakini inflasi CPI akan naik lagi pada Februari dan Maret, karena kenaikan harga minyak belakangan ini akan terkonversi menjadi kenaikan harga BBM di tingkat konsumen. Inflasi selanjutnya diharapkan mencapai 1.8 persen pada bulan April

Outlook inflasi ini jelas positif bagi poundsterling, karena makin mengukuhkan argumen bank sentral untuk tidak memberlakukan suku bunga negatif. Namun, poundsterling agaknya mengabaikan hal ini dalam jangka pendek. GBP/USD dan GBP/JPY kompak melemah, sedangkan EUR/GBP cenderung flat. Dalam situasi ini, dinamika pasar derivatif menarik untuk disorot.

"Level 1.4000 itu signifikan bagi GBP/USD, bukan hanya sebagai ambang psikologis, juga sebagai level kunci option, dan mungkin terbukti jadi penghujung kenaikan baru-baru ini," kata Richard Pace, seorang analis pasar Reuters, "Ada banyak batas biner terkait option pada 1.4000, yang akan membayar sejumlah uang tertentu pada pemegangnya, sementara yang lain akan kalah, dan akan menjual GBP untuk mencegah perdagangan (pada) 1.4000. Trader FX GBP reguler biasanya akan menungganggi pertahanan ini."

"Level 1.4000 juga mengandung banyak pemicu terkait option -mereka memukul option vanilla reguler masuk dan keluar, dan dapat memiliki efek mirip dengan batas biner dalam hal pertahanan. Option seperti ini populer dalam beberapa pekan terakhir, memberikan pemiliknya hak untuk membeli GBP/USD pada tingkat lebih rendah, apabila 1.4000 tak tertembus pada saat kedaluwarsa."

Download Seputarforex App

295203

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


4 Mar 2021

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone