Advertisement

iklan

Pound Menggeliat Berkat Data PMI Februari Yang Solid

Pound naik tipis, tapi belum mampu mencampakkan bayang-bayang ketidakpastian dari perundingan dagang Inggris-Uni Eropa mendatang.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Nilai tukar Pound terangkat tipis dalam perdagangan hari ini (21/Februari), meski belum mampu menghapus kemerosotan beruntun yang terjadi sejak awal pekan. Saat berita ditulis, GBP/USD diperdagangkan sekitar level 1.2911 dan sempat mencetak rekor tertinggi harian pada 1.2927. Pound juga berhasil unggul tipis versus Yen Jepang dan Euro.

GBPUSD Daily

Laporan preliminer Markit tadi sore menunjukkan kenaikan skor Purchasing Managers' Index (PMI) untuk sektor manufaktur dari 50.0 menjadi 51.9 pada bulan Februari 2020; menyeberangi ambang pemisah antara area kontraksi dan ekspansi secara resmi. Skor PMI Jasa terkoreksi dari 53.9 ke 53.3, tetapi hal ini dinilai kurang signifikan. Lebih penting lagi, skor PMI komposit kokoh pada level 53.3, bukannya menurun ke 52.8 seperti dugaan pasar sebelumnya.

Simpulan akhir secara keseluruhan mengonfirmasi bahwa pemulihan aktivitas ekonomi Inggris pasca pemilu masih terus berlanjut. Dengan demikian, data mendukung keputusan bank sentral Inggris (BoE) yang tidak mengubah suku bunga pada akhir bulan Januari. Bahkan prospek pemangkasan suku bunga BoE tahun ini pun semakin terkikis.

Meski demikian, penguatan Pound seusai rilis data ini dikhawatirkan bakal berlangsung sementara saja. Pasalnya, ketidakpastian lain dari isu perundingan Inggris-Uni Eropa masih terus diwaspadai oleh pelaku pasar. Perundingan baru akan dimulai bulan depan, tetapi kedua kubu dirumorkan sedang menyiapkan penawaran yang saling berlawanan. Satu-satunya harapan rebound bagi Pound saat ini adalah jika muncul komentar bernada kompromi dari salah satu pihak yang berseteru.

"Pemangkasan suku bunga kemungkinan takkan diperhitungkan untuk sementara waktu, dikarenakan data ekonomi yang sangat menjanjikan dari Inggris. Namun negosiasi perdagangan yang akan datang bisa meredam sentimen, Pound tetap undervalued secara fundamental," kata Marc-André Fongern, Head of FX Research at Fongern Global Forex.

292083

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


11 Jun 2020

Kesulitan Akses Seputarforex?

Lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone