Advertisement

iklan

EUR/USD 1.082   |   USD/JPY 150.360   |   GBP/USD 1.264   |   AUD/USD 0.651   |   Gold 2,043.31/oz   |   Silver 22.91/oz   |   Wall Street 38,996.39   |   Nasdaq 16,091.92   |   IDX 7,271.19   |   Bitcoin 61,198.38   |   Ethereum 3,341.92   |   Litecoin 79.94   |   PT Millennium Pharmacon International Tbk. (SDPC) bidik ekspansi hingga 45 cabang, siapkan capex Rp30 miliar, 1 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Pertamina Geothermal Energy (PGEO) membukukan laba bersih Rp2.53 Triliun sepanjang 2023. Angka tersebut naik 28.47% secara year-on-year (YoY), 1 jam lalu, #Saham Indonesia   |   PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menilai laba atau bottom line yang dihasilkan dari bisnis infrastruktur lebih stabil dibandingkan petrokimia, 1 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Laba bersih Japfa Comfeed (JPFA) turun 34.52% YoY menjadi Rp929.71 miliar sepanjang 2023, 1 jam lalu, #Saham Indonesia
Selengkapnya

Pound Tersungkur Akibat Kenaikan Yield Dan Krisis Energi

Penulis

Pound menjadi mata uang mayor berkinerja terburuk hari ini gegara kenaikan yield obligasi dan Dolar AS. Risiko ekonomi akibat kelangkaan gas dan energi di Inggris juga memperburuk keadaan.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex - Pound merosot lebih dari satu persen terhadap Dolar AS dan Euro pada sesi perdagangan Selasa (28/September) malam ini. EUR/GBP melesat hingga 1.13% ke 0.8629, level tertinggi sejak tanggal 21 Juli. Sementara itu, GBP/USD turun 1.28% ke 1.3526, level terendah sejak Januari 2021.

gbpusd

Kenaikan yield obligasi US Treasury pasca rapat FOMC The Fed menjadi faktor utama yang melatarbelakangi pergerakan pasar pekan ini. Hal ini mendukung bullish Dolar AS terhadap mata uang mayor lain termasuk Poundsterling.

Yield obligasi AS bahkan terus menguat di atas 1.54%, meskipun testimoni Ketua The Fed Jerome Powell malam ini menyoroti kekurangan dalam sektor ketenagakerjaan. "Hari ini adalah harinya US Treasury, dengan kenaikan yield sejak awal (sesi) pedagangan, sehingga menempatkan seluruh (mata uang) G10 di bawah tekanan," demikian komentar analis Monex Europe, Simon Harvey.

 

Krisis Energi Ancam Pertumbuhan Ekonomi Inggris

Tak hanya yield obligasi AS, yield obligasi 10-tahunan Inggris pun menanjak ke level tertinggi sejak pandemi, yakni di atas 1%. Namun, hal itu tidak mendukung Pound lantaran krisis bahan bakar dan energi pasca dicabutnya kebijakan lockdown di Inggris.

Saat ini, Inggris tengah menghadapi kenaikan harga bensin dan energi karena dampak kenaikan harga gas di Eropa. Lonjakan tagihan listrik dan gas sebagian warga bahkan mencapai 250%. Berbagai spekulasi penyebabnya pun bermunculan; mulai dari kekurangan pasokan karena tingginya permintaan, hingga isu manipulasi yang dilakukan Gazprom Rusia. Yang jelas, kenaikan harga energi dapat mengarah pada risiko pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang meroket.

Hal itu pada gilirannya juga dapat memicu bank sentral untuk menaikkan suku bunga. Pasalnya, BoE harus memastikan bahwa kenaikan inflasi tidak mengakar dalam jangka menengah, seperti yang diutarakan oleh Gubernur Bank of England Andrew Bailey pada hari Senin kemarin.

"Pound mengalami pelemahan yang parah hari ini karena krisis energi yang sedang berlangsung," kata Charles Purdy, CEO Smart Currency Exchange. "Masalahnya bukan sekedar soal kurangnya stok bensin di banyak SPBU, tetapi kenaikan harga secara gila-gilaan ini menyebabkan kekhawatiran akan kenaikan inflasi dan perlambatan ekonomi."

Download Seputarforex App

296496
Penulis

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.