Pound Wait-and-See, Uni Eropa Belum Tolak Proposal Brexit Johnson

Pound terhimpit dalam kisaran sempit karena Uni Eropa belum menyampaikan pendapat mengenai proposal brexit terbaru. Sejumlah ekspektasi positif mulai merebak.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Pasangan mata uang GBP/USD menggeliat sekitar 0.1 persen ke kisaran 1.2310 pada awal sesi Eropa hari ini (3/Oktober), tetapi masih terkekang dalam kisaran terbatas. Pergerakan EUR/GBP dan GBP/JPY juga nyaris statis. Pasalnya, Uni Eropa masih terus mempertimbangkan proposal brexit terbaru yang diajukan oleh PM Inggris Boris Johnson.

GBPUSD Daily

Kemarin, PM Boris Johnson telah menyerahkan sebuah proposal yang memuat inisiatifnya untuk menyelesaikan masalah perbatasan Irlandia. Masalah ini merupakan bagian penting dalam perundingan brexit antara Inggris dan Uni Eropa, serta menjadi kunci yang menentukan apakah Inggris akan keluar dari Uni Eropa dengan atau tanpa deal.

Biasanya, Uni Eropa segera menyampaikan pendapat mengenai bagian apa dalam proposal brexit yang tidak disukai. Demikianlah respons mereka terhadap beberapa proposal yang diajukan oleh PM Inggris sebelumnya, Theresa May. Namun, para petinggi Uni Eropa tak menyampaikan penolakan tegas terhadap proposal Johnson hingga hari ini. Akibatnya, bertumbuh harapan kalau-kalau mereka akan menerimanya.

Perdana Menteri Irlandia, Leo Varadkar, mengatakan bahwa proposal tidak sepenuhnya memenuhi target yang disepakati terkait jaminan ketiadaan perbatasan fisik di pulau Irlandia. Namun, ia tak menyatakan ketidaksetujuan secara eksplisit. Presiden European Commission, Jean-Claude Juncker, juga menyatakan ada "kemajuan positif" dan "poin-poin problematik" di dalamnya. Hal ini menyiratkan kemungkinan perundingan lebih lanjut untuk mematangkan proposal Johnson.

"Nuansa yang mendasarinya telah membaik dan GBP bisa menanjak lebih tinggi," kata Quek Ser Leang dari UOB Bank, "Prospek untuk penurunan berkelanjutan di bawah 1.2205 tidaklah besar."

"Jika Brussels bisa dibujuk untuk mendukung inisiatif ini, tampaknya PM Johnson kemungkinan akan dapat menghimpun dukungan memadai di Parlemen untuk mendukungnya juga, menandakan bahwa ini bisa jadi posisi terdekat antara kedua belah pihak menuju sebuah kesepakatan," kata Timothy Fox dari Emirates NBD.

Seandainya proposal Johnson ditolak, masih ada satu benih harapan lagi. Rumor terbaru menyebutkan bahwa para pemimpin Eropa siap untuk menerima permohonan pengunduran deadline brexit yang ditandatangani pejabat Inggris lain, apabila Johnson gagal mendapatkan dukungan parlemen dan bersikeras menolak untuk mengajukan penundaan deadline sendiri. Menurut The Times, surat permohonan pengunduran deadline brexit tersebut bisa jadi ditandatangani oleh Sekertaris Kabinet Mark Sedwill atau Duta Besar Inggris untuk Uni Eropa Tim Barrow.

290393

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.