iklan

Powell The Fed Katakan Tidak Pada Tapering, Dolar Melempem

Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyampaikan opini yang terlalu dovish dalam testimoninya kemarin di hadapan Kongres AS.

iklan

iklan

Seputarforex - Indeks dolar AS dibuka lebih lemah pada 90.26 pada perdagangan tadi pagi (24/Februari), setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyampaikan opini yang terlalu dovish dalam testimoninya kemarin di hadapan Kongres AS. Posisi Greenback sudah mulai menanjak lagi saat berita ditulis pada awal sesi Eropa, tetapi pelaku pasar masih terus memantau situasi hingga penyampaian testimoni Powell hari kedua nanti malam.

DXY Daily

Jerome Powell mengatakan kepada Kongres AS bahwa pihaknya takkan mempertimbangkan pemangkasan Quantitative Easing (tapering) maupun kenaikan suku bunga dalam waktu mendatang. Ia menaikkan forecast GDP AS untuk tahun 2021 ke kisaran 6 persen, tetapi menilai hal itu tidak cukup menjadi argumen untuk mengetatkan kebijakan moneter. Ia bahkan mengklaim belum ada kemajuan substansial menuju target bank sentral, sehingga The Fed berkomitmen untuk terus menerapkan kebijakan moneter longgar.

Komitmen Powell mengisyaratkan bahwa suku bunga The Fed kemungkinan akan tetap berada dalam kisaran 0.0-0.25 persen hingga bertahun-tahun ke depan. Bank sentral bukan hanya akan terus menahan suku bunga super rendah hingga perekonomian pulih ke tingkat pra-pandemi, melainkan juga berlanjut hingga inflasi melambung di atas 2 persen selama beberapa waktu setelahnya.

Kathy Lien dari BK Asset Management berkomentar, "Dengan berjanji menjaga suku bunga tetap hingga satu atau dua tahun ke depan, Ketua Fed Powell mendukung penurunan dolar AS. Ekspektasi inflasi adalah alasan utama bagi lonjakan yield Treasury dan sekarang karena Powell mengatakan ia tak khawatir terhadap kenaikannya, kita bisa menyaksikan yield menurun dari rekor tertingginya. Gabungkan dengan prospek belanja (stimulus fiskal pemerintah AS -red) yang lebih banyak, maka kemungkinan akan ada pelemahan lebih lanjut dalam greenback (dalam jangka panjang), khususnya pada pasangan mata uang USD/JPY."

USD/JPY sempat terjerumus ke level terendah 104.92 seusai testimoni Powell, tetapi posisinya kini sudah menguat lagi ke kisaran 105.50-an. Mata uang yang paling diuntungkan untuk sementara ini justru Poundsterling. Momentum GBP/USD sempat memudar seusai rilis data ketenagakerjaan Inggris kemarin, tetapi langsung meroket dan mencetak rekor tertinggi multi-tahun baru lagi gegara testimoni Powell.

Dolar Kiwi juga langsung ambil kesempatan untuk reli lebih dari 0.5 persen versus USD mengingat pengumuman bank sentral New Zealand tadi pagi tak se-dovish Powell. Sebaliknya, EUR/USD malah datar-datar saja. Presiden ECB Christine Lagarde baru-baru ini mengaku sedang mencermati kenaikan yield, sehingga menumbuhkan kekhawatiran kalau-kalau bank sentral Eropa yang dipimpinnya akan mengintervensi yield obligasi dan kurs euro.

Download Seputarforex App

295251

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


19 Apr 2021

1 Apr 2021

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone