Prospek Deal Simpang Siur, Brexit Menekan Poundsterling Lagi

Polemik brexit belum menemukan titik terang. Poundsterling tertekan, tetapi masih berpeluang untuk melonjak lagi bila situasi berubah dalam dua hari ke depan.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pound merosot lebih dari 0.5 persen ke kisaran 1.2758 terhadap Dolar AS sejak sesi Asia hingga awal sesi Eropa (17/Oktober), karena realisasi kesepakatan brexit masih simpang siur. Media massa melaporkan bahwa para negosiator Uni Eropa dan Inggris belum mampu melahirkan draft kesepakatan brexit hingga lewat tengah malam. Partai DUP juga menyatakan penolakan terhadap solusi perbatasan Irlandia yang diajukan oleh PM Boris Johnson. Akan tetapi, Uni Eropa justru optimis mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat.

GBPUSD DailyGrafik GBP/USD via Tradingview.com

Perundingan antara Inggris dan Uni Eropa berlanjut hingga lewat tengah malam kemarin, tetapi berakhir nihil. Awalnya, sejumlah pakar masih berharap perundingan akan dilanjutkan hari ini. Namun, pernyataan terbaru dari Democratic Union Party (DUP) mementahkan prospek tersusunnya draft kesepakatan secara tepat waktu sebelum dimulainya European Summit 17-18 Oktober ini.

Democratic Union Party (DUP) mendadak merilis penolakan resmi terhadap rencana tata perbatasan Irlandia ala PM Johnson pada pagi hari waktu setempat. Padahal, mereka memegang suara krusial dalam menentukan apakah suatu kesepakatan brexit akan diterima oleh parlemen Inggris atau tidak.

"Kami telah terlibat dalam diskusi yang sedang berlangsung dengan pemerintah. Sebagaimana adanya saat ini, kami tidak bisa mendukung apa yang disarankan dalam isu pabean dan persetujuan, dan ada kekurangan kejelasan tentang VAT. Kami akan terus bekerja bersama pemerintah untuk mencoba dan mendapatakan sebuah kesepakatan yang masuk akal dan berfungsi baik bagi Irlandia Utara serta melindungi integritas konstitusi dan ekonomi Inggris Raya," ungkap DUP dalam pernyataan resminya.

Dalam kurun waktu yang sama, para pejabat Uni Eropa mengekspresikan optimisme mereka. Pimpinan negosiator Uni Eropa, Michel Barnier, memberitahu para duta besar tadi malam bahwa deal sudah nyaris selesai, sehingga siap untuk diluncurkan secara resmi hari ini. Kanselir Jerman, Angela Merkel, juga menyatakan bahwa pencapaian selama detik-detik terakhir negosiasi meyakinkannya terhadap prospek kesuksesan deal tersebut di meja para pemimpin Uni Eropa.

PM Boris Johnson akan bertolak menuju Brussels untuk membujuk Uni Eropa lagi agar memberikan konsesi bagi isu-isu krusial. Jika ia gagal memperoleh draft kesepakatan yang bisa disetujui parlemen Inggris dalam pekan ini, maka legislasi mewajibkannya memohon penundaan deadline brexit dari 31 Oktober 2019 menjadi 31 Januari 2020 kepada Uni Eropa. Investor dan trader akan terus menunggu berita-berita seputar brexit. Pergolakan harga dua arah bisa menjadi semakin tajam.

"Pertemuan para pemimpin Uni Eropa dimulai hari ini. Partisipan pasar menunggu konfirmasi (atau sebaliknya) bahwa Uni Eropa dan Inggris telah mencapai sebuah Withdrawal Agreement baru. Berita mengenai deal Inggris-UE hari ini bisa membuat GBP/USD menyentuh rekor tertinggi lima bulan baru di atas 1.3000," kata Kim Mundy dari Commonwealth Bank of Australia.

Ia menambahkan, "GBP/USD kemungkinan akan diperdagangkan lebih rendah mendekati 1.2200 jika Johnson tak bisa menyegel deal brexit dengan Uni Eropa atau tak bisa mendapatkan deal apapun disahkan oleh House of Commons."

290598

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.