Advertisement

iklan

EUR/USD 1.084   |   USD/JPY 150.150   |   GBP/USD 1.266   |   AUD/USD 0.653   |   Gold 2,082.50/oz   |   Silver 22.89/oz   |   Wall Street 38,975.46   |   Nasdaq 16,199.59   |   IDX 7,311.91   |   Bitcoin 62,029.85   |   Ethereum 3,422.05   |   Litecoin 94.42   |   Pola Bullish Falling Wedge XAU/USD terkonfirmasi di grafik 1 Jam, 1 hari, #Forex Teknikal   |   EUR/JPY naik mendekati level 162.70 diikuti oleh penghalang psikologis, 1 hari, #Forex Teknikal   |   USD/CAD melemah mendekati level 1.3560 karena kenaikan harga minyak mentah dan IMP manufaktur AS, 1 hari, #Forex Teknikal   |   Harga emas bertahan stabil di bawah level tertinggi satu bulan yang berhasil disentuh pada hari Kamis, 1 hari, #Emas Teknikal   |   PT Millennium Pharmacon International Tbk. (SDPC) bidik ekspansi hingga 45 cabang, siapkan capex Rp30 miliar, 1 hari, #Saham Indonesia   |   Pertamina Geothermal Energy (PGEO) membukukan laba bersih Rp2.53 Triliun sepanjang 2023. Angka tersebut naik 28.47% secara year-on-year (YoY), 1 hari, #Saham Indonesia   |   PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menilai laba atau bottom line yang dihasilkan dari bisnis infrastruktur lebih stabil dibandingkan petrokimia, 1 hari, #Saham Indonesia   |   Laba bersih Japfa Comfeed (JPFA) turun 34.52% YoY menjadi Rp929.71 miliar sepanjang 2023, 1 hari, #Saham Indonesia
Selengkapnya

Prospek Pasokan Lebih Ketat, Harga Minyak Stabil

Penulis

Harga minyak stabil di dekat level tertinggi sebulan, masih ditopang oleh prospek pengurangan pasokan akibat kebijakan terbaru OPEC.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex - Harga minyak Brent menguat 0.14 persen pada kisaran $85.23 per barel pada awal pekan ini (10/April), begitu pula dengan minyak mentah AS (WTI) yang menguat 0.2 persen pada kisaran $80.50 per barel. Secara umum, harga minyak telah menorehkan penguatan selama 3 minggu berturut-turut.

Prospek Pasokan Lebih Ketat, Harga Minyak Stabil

Keputusan OPEC untuk melanjutkan pemotongan produksi sebesar 1.6 juta barel per hari (bph) akan dimulai pada awal Mei mendatang, sehingga prospek bullish minyak semakin kuat. Arab Saudi pun menaikkan harga minyak untuk pengiriman Mei di kawasan Asia dan Amerika Serikat.

Baca juga: OPEC Tiba-Tiba Pangkas Output, Harga Minyak Melonjak

Faktor lain yang mendukung harga minyak datang dari penurunan jumlah rig minyak AS pada pekan lalu. Hal ini menandakan produksi minyak negeri Paman Sam tidak akan meningkat dalam waktu dekat.

 

Pasar Masih Dibayangi Beberapa Faktor

Kendati harga minyak hari ini terpantau stabil, pasar tetap mewaspadai sejumlah ketidakpastian. Salah satunya adalah kemajuan negosiasi antara Irak dan Kurdistan yang berpotensi meningkatkan ekspor minyak dari kawasan Irak Utara. Selain itu, prospek ekonomi global tahun ini menjadi sumber kekhawatiran karena beberapa data ekonomi AS dan Eropa yang menunjukkan perlambatan cukup signifikan pada kuartal I/2023.

Perhatian investor berikutnya akan tertuju pada pada data inflasi AS yang dijadwalkan rilis pada hari Rabu (12/April) mendatang. Laporan inflasi AS kali ini cukup krusial karena dapat membantu investor mengukur prospek suku bunga The Fed pada pertemuan berikutnya.

Sejumlah analis memperingatkan jika suku bunga The Fed dapat kembali naik jika inflasi tetap tinggi, terlepas dari ekspektasi pelonggaran laju rate hike karena krisis perbankan yang terjadi baru-baru ini.

Download Seputarforex App

299268
Penulis

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.