Advertisement

iklan

Resah China Mereda, Dolar Bimbang Menjelang Pidato Powell

Penulis

+ -

Pidato Ketua The Fed Jerome Powell dapat menjadi katalis yang signifikan bagi nilai tukar dolar AS terhadap berbagai mata uang lain.

iklan

iklan

Seputarforex - Indeks dolar AS (DXY) cenderung melemah pada kisaran 106.60-an dalam perdagangan sesi Asia hari Rabu (30/November). Greenback kehilangan sokongan dari minat safe haven karena gejolak sipil di China berlangsung cukup singkat. Sementara itu, pelaku pasar tengah menantikan pidato Ketua The Fed Jerome Powell nanti malam.

DXY Daily Grafik DXY Daily via TradingView

Pemerintah China menerjunkan polisi ke jalanan untuk merespons demonstrasi anti-lockdown pada akhir pekan, sehingga gelombang protes massal terhenti. Sementara itu, juru bicara Komisi Kesehatan Nasional mengatakan akan terus "memperbaiki dan memodifikasi" kebijakan mereka dalam menangani peningkatan kasus COVID-19 demi meredam dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. Mereka juga akan mempercepat vaksinasi untuk lansia agar dapat segera melonggarkan pembatasan.

Kabar tersebut berhasil mengatrol sentimen risiko global, sehingga perdagangan dalam aset-aset berisiko kembali bergairah. AUD/USD dan NZD/USD masing-masing menanjak sekitar 0.4 persen pada sesi Asia, meski pusat perhatian pasar masih berfokus pada spekulasi seputar suku bunga The Fed.

Para pejabat The Fed telah melontarkan opini yang berbeda-beda selama beberapa pekan terakhir. Sebagian menyatakan perlunya memperlambat laju kenaikan suku bunga, sedangkan sebagian lagi berharap suku bunga terus ditingkatkan untuk menekan inflasi. Silang pendapat tersebut mendorong pelaku pasar mencari petunjuk berikutnya dari pidato Powell nanti malam dan publikasi data Non-farm Payroll pada hari Jumat.

"Kita telah mengalami pembalikan yang cukup besar dalam dolar sejak (publikasi) laporan Inflasi Konsumen Oktober, sehingga itu mungkin merupakan gejala memudarnya pengetatan moneter Fed sebagai kekuatan pendukung dolar karena pasar semakin menunggu puncak kebijakan (suku bunga) The Fed pada awal tahun depan," ujar Vassili Serebriakov, pakar Strategi FX di UBS New York, sebagaimana dilansir oleh Reuters.

Mayoritas pelaku pasar saat ini berpendapat The Fed akan menaikkan suku bunga sebanyak 50 basis poin saja pada rapat FOMC tanggal 13-14 Desember. Hanya tersisa probabilitas sebesar 37% untuk kenaikan suku bunga 75 basis poin pada momen tersebut.

Pasar memperkirakan suku bunga The Fed masih akan meningkat lagi secara bertahap dari 4.0 persen saat ini sampai 5.0 persen pada bulan Juni 2023. Namun, proyeksi yang sama mensinyalir suku bunga akan turun ke 4.6 persen per Desember 2023.

Download Seputarforex App

298603
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.