iklan

Risk-On Terpicu Isu Vaksin, Harga Emas Turun Lagi Ke 1773

Pfizer dan Moderna kian memantapkan langkah sebagai distributor vaksin ke FDA. Kabar pengajuan proposal kedua perusahaan itu kian melemahkan harga emas.

iklan

iklan

Seputarforex - Harga emas terus merosot bersama dengan pudarnya minat investor terhadap safe haven. Setelah menembus ke bawah level support $1,800 akhir pekan lalu, di sesi perdagangan Senin (30/November) ini, harga emas kembali jatuh. Grafik XAU/USD berikut menunjukkan penurunan 0.78 persen ke $1,773.50, level terendah sejak 24 Juni.

xauusd

Sementara itu, harga emas spot turun 0.8 persen ke $1,773.56 per ounce pada pukul 15:11 GMT, dan sudah melemah sebanyak 5.6 persen secara bulanan. Di Comex New York, harga emas futures untuk pengiriman Desember merosot 0.4 persen ke $1,780 per ounce. Sementara itu, harga emas ANTAM ditutup pada posisi Rp942,000 per gram.

Adapun faktor yang menenggelamkan harga emas hari ini adalah optimisme vaksin virus Corona yang kian meninggi. Daftar perusahaan farmasi yang mengajukan permohonan otorisasi darurat dari FDA untuk legalisasi vaksin COVID-19 bertambah panjang. Setelah Pfizer, Moderna menjadi perusahaan kedua yang memasukkan proposal ke FDA. Seperti yang telah diketahui, Pfizer dan Moderna adalah dua perusahaan farmasi dan bioteknologi asal Amerika Serikat yang mengklaim hasil uji coba vaksin dengan efektivitas 95 persen.

Menanggapi kabar tersebut, harga emas tak sanggup menguat walaupun Dolar AS juga sedang tak berdaya. Optimisme bahwa vaksin COVID-19 dapat segera diluncurkan dan mempercepat pemulihan ekonomi dari krisis, benar-benar memalingkan para investor dari aset safe haven.

"Ini akan menjadi jalan yang panjang bagi emas karena tampaknya tidak ada yang punya kebutuhan untuk memiliki safe haven saat ini," kata George Gero, analis RBC Wealth Management. "Mereka (para investor -red) meninggalkan emas karena merasa vaksin akan segera memulihkan pasar dalam beberapa titik tertentu. Tampaknya, masa transisi akan segera terjadi."

Tak hanya vaksin, laporan ekonomi China turut menambah alasan para pelaku pasar untuk tidak beli emas saat ini. Aktivitas pabrikan China bulan November tercatat berekspansi dengan laju paling pesat dalam tiga tahun terakhir, terlihat dari data PMI Manufaktur China yang  naik dari 51.4 menjadi 52.1 pada bulan November, lebih baik dari ekspektasi kenaikan ke 51.5 saja.

Download Seputarforex App

294713

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone