Rumor PM Johnson Melunak, Poundsterling Meroket

Risiko trading Poundsterling meningkat, meskipun parlemen Inggris telah dibekukan oleh PM Boris Johnson.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Pasangan mata uang GBP/USD mendadak melesat hingga lebih dari 1 persen ke level tertinggi 1.2476 pada pertengahan sesi Eropa hari ini (13/September). GBP/JPY reli sekitar 0.9 persen ke kisaran 134.50-an, sedangkan EUR/GBP jeblok 0.7 persen ke kisaran 0.8900-an. Lonjakan lagi-lagi dipicu oleh kabar kuli tinta seputar brexit. Namun, analis memeringatkan bahwa risiko bearish yang mengancam Poundsterling belum berkurang.

GBPUSD DailyGrafik GBP/USD Daily via Tradingview.com

Media The Times melaporkan bahwa PM Boris Johnson sedang mempertimbangkan kompromi untuk membedakan regulasi antara Inggris dan Irlandia Utara, agar peraturan yang berlaku di Irlandia Utara pasca brexit dapat menyamai Uni Eropa. Berdasarkan rumor ini, Irlandia Utara akan mengikuti aturan Uni Eropa mengenai pangan dan agri, serta perdagangan barang.

Apabila hal itu terealisasi, maka perbatasan fisik dinilai tak dibutuhkan, sedangkan solusi backstop juga dapat dihindari. Namun, pimpinan partai DUP, Arlene Foster, membantah rumor tersebut.

Menurut Foster, "Inggris harus pergi (dari Uni Eropa) sebagai satu negara. Kami ingin menyaksikan kesepakatan yang masuk akal, tetapi bukan suatu (kesepakatan) yang memecah pasar internal Inggris. Kami takkan mendukung peraturan apapun yang menciptakan batasan perdagangan Timur-Barat. Sumber anonim mengakibatkan cerita omong kosong."

Mengabaikan respons Foster, Poundsterling sontak menguat bersama ekspektasi akan melunaknya PM Johnson. Akan tetapi, analis memeringatkan bahwa trader patut mewaspadai volatilitas ini.

Ned Rumpeltin dari TD Securities mengatakan, "Dengan parlemen disuspensi, pergumulan brexit sekarang memasuki fase baru -suatu fase yang kemungkinan condong pada berita negatif bagi GBP dari para pejabat dalam pemerintahan. Hasilnya, rebound moderat Sterling dalam beberapa hari ini kemungkinan mendekati titik penghabisannya, karena berita bagus dari parlemen yang menghapus No-Deal Brexit tampaknya sudah sepenuhnya diperhitungkan (dalam nilai tukar GBP). Dengan mengamati resistance sekitar 1.2382 menjelang pivot 1.2500, kita kembali ke postur sell-on-rally."

290074

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.