OctaFx

iklan

Rupiah Menguat Berkat Sentimen Positif Perundingan Dagang

Walau minim katalis dari dalam negeri, agenda diskusi AS-China berhasil menjadi penopang pergerakan rupiah.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Kabar bahwa pemerintahan China dan AS akan kembali berunding membawa angin segar bagi pasar keuangan, termasuk pada pasar mata uang negara berkembang seperti rupiah. Saat berita ditulis pada sesi perdagangan hari ini (30/Agustus), nilai tukar rupiah menguat sebanyak 0.25% ke level 14195, melanjutkan kenaikan sejak 2 hari yang lalu.

berita rupiah hari ini

Dilansir dari Reuters, baik pihak Washington maupun Beijing telah mengkonfirmasi bahwa pertemuan dalam waktu dekat tengah diagendakan. Di Beijing, juru bicara kementerian perdagangan China, Gao Feng, menjelaskan bahwa pihaknya berharap Washington dapat membatalkan kenaikan tarif yang direncanakan untuk menghindari eskalasi dalam perang dagang.

Sementara itu, Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa China ingin melanjutkan kesepakatan. Saat diwawancarai oleh Fox News Radio, ia tak hanya menyatakan bahwa China kehilangan jutaan pekerjaan di bawah tekanan dari tarif AS, tapi juga menekankan bahwa:

"Saya pikir mereka ingin membuat kesepakatan, saya pikir mereka harus membuat kesepakatan. Kami akan melihat apa yang terjadi."

 

Minim Katalis Dalam Negeri, BI Yakinkan Rupiah Stabil

Setelah pengumuman suku bunga BI minggu lalu, belum ada rilisan data internal yang bisa menjadi katalis kuat bagi rupiah. Laporan pertumbuhan kredit pada hari Rabu lalu (28/Agustus) tidak memberikan pengaruh berarti, sementara data uang beredar M2 yang baru dirilis sore nanti juga diperkirakan tidak terlalu berimbas pada pergerakan rupiah. Saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester ke-II tahun 2019 mencapai angka 5.11%, dan diproyeksi bertahan di 5.08% selama tahun 2019.

Dilansir dari CNBC Indonesia, Perry Warjiyo selaku Gubernur BI menyatakan bahwa pergerakan rupiah relatif stabil walau terpengaruh sentimen perang dagang dan polemik Brexit. Apalagi, Yield Obligasi Indonesia dengan tenor 10-tahunan masih berada di angka 7.361%, lebih unggul jika dibandingkan negara-negara jiran seperti Malaysia yang berada di angka 3.316%, atau Filipina yang 4.385%.

289877

Lulusan Sastra Inggris, menyukai dunia tulis menulis sejak SMP. Berpengalaman sebagai Purchasing Staff kontraktor dan industri manufaktur selama 3 tahun sebelum bergabung menjadi penulis di Seputarforex. Masih terus belajar mengenai dunia trading.