Advertisement

iklan

PGAS: Desember, Pertagas & PGN Sepakat Turunkan Harga Gas

Xm

iklan

FirewoodFX

iklan

PT Pertamina Gas - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk. pada bulan depan sepakat untuk melakukan efisiensi demi penurunan harga gas industri menjadi US$12,22 per MMbtu. Pada saat ini, harga yang ditetapkan PGN adalah US$13,86 per MMbtu.

Kesepakatan tersebut tercapai dalam diskusi bersama antara Pertagas, PGN, Ditjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, BPH Migas, SKK Migas, perwakilan DPD, dan Asosiasi Perusahaan Pemakai Gas (Apigas) Sumatra Utara.

 

Adapun, Pertagas menurunkan biaya regasifikasi LNG Arun US$1,09 per MMbtu, sementara PGN menurunkan biaya distribusi US$0,55. Pertagas menurunkan biaya regasifikasi US$0,2 per MMbtu dan toll fee Pertagas Arun-Belawan US$0,89 per MSCF.

'Harga ini akan berlaku mulai 10 Desember 2015. Untuk regasifikasi LNG Arun kami akan menekan cost-nya. Saat ini biayanya US$1,5 per MMbtu. Untuk toll fee Pertagas Arun-Belawan, toll fee-nya mencapai US$2,53 per MSCF. Sementara itu, hingga saat ini kami masih menggunakan harga pembelian LNG US$7,8 per MMbtu,' papar Direktur Utama Pertagas Hendra Jaya, Rabu (25/11/2015).

 

Kesepakatan penurunan tarif tersebut pada 10 Desember 2015 merupakan keputusan Ditjen Migas Kementerian ESDM.

Lebih lanjut, Hendra menyebutkan, ke depan harga tersebut masih bisa kembali ditekan melalui beberapa alternatif. Beberapa di antaranya yakni menyatukan sumber pasokan gas dari LNG dan gas pipa serta pemanfaatan jaringan pipa gas distribusi oleh beberapa badan usaha.

 

Direktur SDM dan Umum PGN Hendi Kusnadi merinci, penurunan biaya distribusi perseroan US$0,55 per MMbtu merupakan perhitungan baik untuk distribusi LNG maupun gas melalui pipa. Adapun, saat ini biaya distribusi LNG PGN US$1,6 per MMbtu dan untuk gas pipa US$1,45 per MMbtu.

'Biaya distribusi ini sebenarnya sudah disetujui oleh Ditjen Migas Kementerian ESDM. PGN sendiri belum pernah menaikkan biaya distribusi gas sejak 2011. Kami baru menaikkannya pada Agustus 2015. Biaya yang kami keluarkan sangat besar dengan total aset pipa 700 km tapi penjualan hanya 8 BBTUD. Tapi kami tetap sepakat menekan harga jual ke industri,' ucap Hendi.

 

Kendati demikian, Hendi keberatan jika penerapannya dilakukan bukan pada awal bulan depan. Pasalnya, hal tersebut justru memberatkan sistem penagihan perseroan kepada pelanggan industri.

Perwakilan Sub Bagian Penyiapan Rencana dan Program Ditjen Migas Kementerian ESDM Soerjaningsih mengakui saat ini harga gas industri di Sumut memang lebih tinggi jika dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia. Sebelumnya, Ditjen Migas Kementerian ESDM juga telah sepakat untuk menurunkan harga gas tersebut sekitar US$2,5 per MMbtu.

Dia menyebutkan pada 1 Januari 2016, melalui perpres, harga gas industri di Sumut diperkirakan turun lagi menjadi US$11,22 per MMbtu.

 

Kendati telah sepakat menurunkan harga gas industri, Ketua Apigas Sumut Johan Brien tetap merasa keberatan dengan harga tersebut. Pasalnya, rencana penurunan bahkan pada awal tahun depan, belum dapat mendongkrak daya saing industri di Sumut terhadap daerah lain.

254753

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.