Advertisement

iklan

Sempat Meroket Pasca Serangan Misil Iran, Harga Emas Turun Lagi

Harga emas naik begitu Iran menyerang markas militer AS di Irak. Namun, logam mulia turun lagi, terutama setelah Trump tak menunjukkan minat perang.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Sempat tembus $1,600 di sesi Asia, harga emas telah melorot kembali di sesi perdagangan AS pada Rabu (08/Januari) malam ini. Pembalasan Iran kepada Amerika Serikat pasca pembunuhan Jenderal Soleimani, masih diawasi ketat oleh para investor.

Pagi tadi, Iran telah mengeksekusi aksi balas dendamnya dengan menembakkan lebih dari sembilan misil ke markas militer AS di Irak. Pihak Iran mengatakan bahwa serangan tersebut masih merupakan serangan "pembuka", sehingga akan ada serangan-serangan berikutnya.

emas-iran

Merespon hal tersebut, harga emas spot sempat melonjak 2.4 persen menembus $1,611.43 per ounce. Sementara harga emas futures meroket ke level tinggi harian di $1,613.30.

"Serangan misil Iran menghasilkan kenaikan sentimen penghindaran risiko yang signifikan di kalangan investor. Mereka tergoda untuk mengungsi ke aset safe haven seperti emas," kata Daniel Briesemann, analis di Commerzbank AS.

Namun demikian, salah seorang nara sumber yang dikutip oleh Bloomberg mengatakan bahwa tak ada warga negara AS yang menjadi korban atas tembakan misil tersebut.

 

Trump Tak Tunjukkan Minat Berperang

Sementara itu, malam ini Presiden AS Donald Trump dijadwalkan untuk berbicara soal Iran di Washington DC. Dilansir USA Today, ia menyumbar tentang kekuatan ekonomi AS yang lebih besar daripada Timur Tengah. Namun demikian, orang nomor satu di AS tersebut tidak mengindikasikan hasrat untuk berperang. Ia hanya mengultimatum Iran dengan sanksi tambahan terkait minyak.

Oleh sebab itu, harga emas kehilangan katalis bullish dan merosot dari kisaran $1,600. Harga emas spot diperdagangkan di $1,577.73 pada pukul 12:51 GMT, sementara grafik XAU/USD berikut ini menunjukkan penurunan sebesar 0.89 persen ke area $1560.03 pasca pidato Donald Trump.

xauusd

Kendati begitu, sebagian besar analis masih mengekspektasikan kenaikan harga emas apabila krisis AS-Iran kembali memanas. Suki Cooper, analis emas dari Standard Chartered Bank mengatakan bahwa kenaikan harga emas hari ini pada dasarnya merupakan posisi taktis saja; belum telihat permintaan untuk investasi jangka panjang. Secara keseluruhan, Cooper memprediksi bahwa bullish harga emas akan berlanjut tahun ini.

291573

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.