Advertisement

iklan

Sempat Ngegas, EUR/USD Kembali Lemas Di Bawah Paritas

Penulis

+ -

Upaya rebound euro gagal total di tengah apresiasi dolar AS dan sengketa dengan Rusia. Akibatnya, EUR/USD jatuh lagi ke bawah paritas.

iklan

iklan

Seputarforex - Kurs EUR/USD amblas di bawah ambang 1.0000 lagi dalam perdagangan hari Senin (5/September). Euro sempat melonjak sejenak seusai rilis data NFP AS pada hari Jumat, tetapi upaya rebound tersebut gagal total di tengah apresiasi dolar AS dan sengketa dengan Rusia. Saat berita ditulis, EUR/USD terpuruk dekat 0.9900-an.

EURUSD Daily Grafik EUR/USD Daily via TradingView

Rusia sebelumnya berencana menghentikan pasokan gas melalui jalur pipa Nord Stream 1 selama tiga hari sejak akhir Agustus hingga awal September. Namun, pada hari Sabtu (3/September), Rusia membatalkan rencana untuk mengalirkan lagi pasokan gas via jalur pipa tersebut dengan dalih kebocoran minyak di turbin. Pembatalan itu bertepatan dengan pengumuman kesepakatan grup menteri keuangan G7 untuk membatasi harga minyak Rusia.

Harga gas Eropa sempat menurun pada pekan lalu karena stok Eropa sudah mendekati target menjelang musim dingin. Akan tetapi, penghentian pasokan oleh Rusia kali ini berpotensi melonjakkan harga gas lagi. Euro dan pound sterling babak belur lantaran kekhawatiran itu.

"Kita tak bisa memiliki keyakinan apa pun pada prospek gas alam di Eropa, dan ini negatif bagi euro. (Prospek gas alam di Eropa) sangat tergantung pada Putin," kata Osamu Takashima, kepala strategi FX di Citigroup Global Market, sebagaimana dilansir oleh Reuters.

"Efek gelombang pertama tampaknya seperti risiko geopolitik yang meningkat dan guncangan permintaan global yang merugikan mungkin akan menjadi efek yang mendominasi," kata Vishnu Varathan, kepala ekonomi dan strategi di Mizuho Bank, "Guncangan permintaan yang merugikan di lingkungan geopolitik yang sangat buruk mungkin akan memicu, dan mencerminkan, permintaan safe haven untuk dolar AS... (Sedangkan) mata uang-mata uang Eropa mungkin akan menjadi yang paling terpukul dan tertinggal."

Kabar lain dari China meningkatkan sentimen risk-off global yang merugikan euro dan menguntungkan dolar AS. Shenzhen mengumumkan akan mengadopsi pembatasan sosial bertingkat mulai hari ini, sementara Chengdu memperpanjang pembatasan sosial ketat akibat peningkatan jumlah kasus COVID-19 baru.

Sebagian pelaku pasar berharap bank sentral Eropa (ECB) akan menaikkan suku bunga secara masif dalam pekan ini demi mengendalikan inflasi dan memperkuat nilai tukar. Data pasar uang menandakan peluang nyaris 80 persen untuk kenaikan suku bunga ECB sebesar 75 basis poin. Akan tetapi, para analis ragu ECB benar-benar mampu merealisasikannya.

Varathan berpendapat, "Orang akan mengantisipasi ECB yang hawkish akan memberikan semacam pendorong untuk euro. Tapi, sebaliknya, apa yang mungkin Anda dapatkan adalah trade-off kebijakan dan dilema yang menggigit."

Download Seputarforex App

298174
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.