Advertisement

iklan

Sentimen Ekonomi ZEW Memburuk Akibat COVID-19, Prahara Euro Berlanjut

Rilis data sentimen ekonomi ZEW membuktikan bahwa wabah virus Corona COVID-19 berpengaruh negatif terhadap Jerman dan Zona Euro.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Kurs Euro amblas ke kisaran 1.0820-an terhadap Dolar AS dalam perdagangan hari ini (18/Februari). Euro juga melanjutkan depresiasi versus Yen dan Poundsterling. Pasalnya, rilis data sentimen ekonomi ZEW mengungkap fakta bahwa wabah virus Corona COVID-19 berpengaruh buruk terhadap outlook kawasan Zona Euro.

EURUSD DailyGrafik EUR/USD Monthly via Tradingview.com

Hasil survei Leibniz Centre for European Economic Research (ZEW) pada bulan Februari 2020 menunjukkan kemerosotan sentimen ekonomi Zona Euro dari 25.6 menjadi 10.4. Komponen indeks situasi ekonomi terkini maupun ekspektasi untuk enam bulan ke depan sama-sama anjlok. Sementara itu, indeks ekspektasi ekonomi Jerman jeblok 18 poin menjadi 8.7, dengan indeks kondisi ekonomi terkini tumbang 6.2 poin ke -15.7.

"Efek negatif yang ditakutkan dari epidemi virus Corona di China terhadap perdagangan global telah menyebabkan penurunan cukup besar dalam indikator sentimen ekonomi ZEW untuk Jerman. Ekspektasi terkait perkembangan sektor berbasis ekspor dalam perekonomian telah merosot sangat tajam," kata Prof Achim Wambach, presiden ZEW.

Data sentimen ekonomi ZEW ini sekaligus mengonfirmasi kekhawatiran terhadap prospek resesi yang merebak sejak rilis laporan GDP Zona Euro akhir pekan lalu. Analis pasar juga menilai data dapat dijadikan barometer pertama untuk mengukur dampak wabah virus Corona terhadap perekonomian.

"Ini merupakan sinyal pukulan nyata pertama dari virus Corona dalam data sentimen Zona Euro. Penurunan bulanan dalam barometer ekspektasi merupakan yang terbesar sejak pertengahan tahun lalu, dan data ini biasanya tidak bergolak sebesar itu," ungkap Claus Vistesen dari Pantheon Macroeconomics, "Perkiraan data survei sentimen investor akan menurun lebih jauh dalam jangka pendek, seiring korporasi besar yang melantai di bursa mulai menghitung kerugian dari perlambatan tajam perekonomian China di kuartal I. Peringatan Apple tentang pendapatan kuartal I dan suplai unit mereka kemarin cuma salah satu contoh, tetapi menurut kami mewakili apa yang akan terjadi berikutnya."

292043

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.