Advertisement

iklan

Shopify Resmi Bergabung Dengan Asosiasi Libra

Libra kedatangan anggota konsorsium baru. Hal ini ditandai dengan bergabungnya Shopify secara resmi di proyek besutan Facebook tersebut.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Setelah sempat ditinggal beberapa anggota konsorsiumnya seperti Visa, Ebay, Stripe, dan Mastercard, kini Libra kedatangan anggota konsorsium baru. Adalah raksasa e-commerce asal Kanada, Shopify, yang baru saja bergabung untuk mengembangkan proyek Stablecoin Libra.

Pada 21 Februari lalu, Shopify yang saat ini memiliki lebih dari satu juta merchant menyatakan akan berkolaborasi dalam Asosiasi Libra untuk membentuk jaringan pembayaran global. Kabar tersebut juga telah dikonfirmasi oleh Libra Foundation, yang mengungkapkan bahwa Shopify akan menjadi "mitra luar biasa dalam membuat partisipasi ekonomi yang luas menjadi kenyataan".

Shopify gabung Libra Facebook

Optimisme Shopify Terhadap Libra

Dalam pengumuman resminya, Shopify mengklaim bahwa langkahnya untuk bergabung dengan Asosiasi Libra sejalan dengan keinginan perusahaan untuk mengatasi masalah pembayaran antar negara yang belum terselesaikan. Menurut Shopify, "Banyak infrastruktur keuangan dunia tidak dibuat untuk menangani skala dan kebutuhan perdagangan digital."

Shopify menekankan bahwa sebagai platform e-commerce global, perusahaan harus menantang standar yang ada dalam sistem pembayaran global agar menghasilkan "biaya transparan dan akses modal yang mudah", sembari memastikan keamanan serta privasi merchant. Lebih lanjut, Shopify menjelaskan:

"Misi kami adalah membuat perdagangan yang lebih baik untuk semua orang dan untuk itu, kami menghabiskan banyak waktu memikirkan bagaimana membuat perdagangan dunia lebih baik, sehingga uang dan perbankan bisa jauh lebih baik. Itu sebabnya kami memutuskan untuk menjadi anggota Asosiasi Libra. Ini adalah satu langkah, tetapi bukan satu-satunya langkah yang akan kami ambil untuk menjadi bagian dari solusi masalah global ini."

 

Libra Belum Lepas Dari Hambatan

Libra tidak hanya menjadi subjek perhatian regulator global, tetapi juga menjadi pemicu utama bagi beberapa negara di dunia untuk kembali mempertimbangkan mata uang digital resmi seperti Central Bank Digital Currencies (CBDC) secara serius (Baca juga: BoJ Dituntut Bersiap Menghadapi Libra Dan Yuan Digital).

Sementara itu, ketidakpastian terkait Libra semakin meningkat setelah Uni Eropa baru-baru ini mengklaim bahwa pihaknya masih tidak tahu apa yang akan dilakukan terhadap Libra. CEO Facebook, Mark Zuckerberg sendiri juga menyatakan bahwa ia tidak tahu apakah Libra akhirnya akan bekerja.

292086

Rama berstatus sebagai mahasiswa aktif tingkat akhir di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di kota Kembang. Awal mula perkenalan dengan dunia trading dimulai pada tahun 2014, saat masih mahasiswa baru. Instrumen trading yang pertama kali dikenal adalah saham Indonesia. Seiring berjalannya waktu, tertarik mengikuti trading forex juga. Strategi trading yang banyak digunakan diantaranya Harmonic Pattern dan Chart Pattern.