iklan

Sterling Ditekan Isu Suku Bunga Negatif Menjelang Rapat BoE

Dalam rapat hari ini, bank sentral Inggris (BoE) dikhawatirkan bakal menambah stimulus sekaligus menyinggung isu suku bunga negatif. Akibatnya, Sterling makin melemah.

iklan

iklan

Seputarforex - Poundsterling tertekan sejak awal pekan, sehubungan dengan ketegangan pasar menantikan rapat kebijakan bank sentral Inggris (BoE) yang digelar hari ini (18/Juni). Saat berita ditulis, GBP/USD telah terkoreksi sampai 1.2530-an dan EUR/GBP bertahan di kisaran 0.8970-an. Tapi pernyataan BoE nanti malam akan memengaruhi arah pergerakan berikutnya.

GBPUSD DailyGrafik GBP/USD Daily via Tradingview.com

Saat ini, pasar memperkirakan BoE bakal menambah GBP100 Miliar dalam program pembelian obligasi yang sebelumnya diluncurkan pada bulan Maret dengan skala GBP200 Miliar. Apabila BoE mengumumkan angka yang lebih rendah, maka Pound berpotensi meroket. Sebaliknya, jika BoE mengumumkan angka lebih tinggi, maka Pound bisa langsung ambruk.

Satu hal lagi yang akan menjadi fokus perhatian banyak pihak adalah kemungkinan BoE membahas probabilitas pemberlakukan suku bunga negatif (Negative Interest Rate Policy/NIRP). Meski sekedar pembahasan, tetapi BoE bisa menghantam Pounds jika mengisyaratkan kebijakan dapat diterapkan dalam beberapa bulan ke depan.

Beberapa alasan melandasi spekulasi ini. Pertama, laju inflasi Inggris kemarin dilaporkan selip ke 0.5 persen (Year-on-Year) untuk bulan Mei 2020. Ini merupakan angka terendah sejak tahun 2016. Sejumlah analis bahkan mensinyalir laju inflasi bisa merosot terus sampai 0 persen.

Kedua, Inggris hingga saat ini belum mampu mengendalikan pandemi COVID-19 di wilayahnya. Walaupun lockdown di berbagai daerah mulai dilonggarkan secara bertahap, tetapi kekhawatiran masyarakat untuk beraktivitas kemungkinan akan terus menekan prospek pemulihan kawasan. Hal ini tampak dalam data ketenagakerjaan yang meleset dari ekspektasi dalam pelaporan awal pekan ini. Banyak analis menilai perekonomian membutuhkan dukungan stimulus tambahan dari bank sentral maupun pemerintah.

Kathy Lien dari BK Asset Management mencatat, "Bank sentral juga lebih terbuka terhadap ide suku bunga negatif daripada bank sentral lain, sehingga jika mereka menaikkan pembelian obligasi lebih dari ekspektasi dan mendorong spekulasi suku bunga negatif, maka kita dapat menyaksikan GBP/USD tembus ke bawah 1.25 dengan cepat dan agresif. Jika mereka mulai mengesampingkan perlunya suku bunga negatif dan hanya menaikkan QE sebanyak 100 Miliar Pounds, Sterling akan reli. Dilihat dari kinerja ekonomi Inggris sejak rapat terakhir, kami kira BoE akan memilih langkah yang lebih agresif."

Download Seputarforex App

293097

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone