OctaFx

iklan

Sterling Tertekan Jelang Pengumuman Hasil Pemilihan PM Inggris

Arah kebijakan Perdana Menteri Inggris yang baru bakal menjadi sorotan pasar dan bisa memengaruhi pergerakan Poundsterling terhadap mata uang mayor lain.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Poundsterling merosot sekitar 0.3 persen ke kisaran 1.2466 versus Greenback pada pertengahan sesi Eropa hari ini (22/Juli), karena pelaku pasar harap-harap cemas mengantisipasi Perdana Menteri Inggris yang baru. Voting pemilihan pimpinan partai Konservatif (yang secara otomatis menggantikan posisi Theresa May sebagai Perdana Menteri Inggris) akan digelar hari ini pukul 17:00 BST (tentatif), sementara pengumuman hasil resminya bakal dirilis esok pukul 11:00 BST.

GBPUSD DailyGrafik GBP/USD Daily via Tradingview

Pekan lalu, Poundsterling sempat menguat berkat kabar bahwa Uni Eropa siap berkompromi dengan Inggris untuk mencapai kesepakatan tentang perbatasan Irlandia yang bisa diterima semua pihak. Namun, media The Times kemarin melaporkan bahwa pejabat Uni Eropa tetap mengantisipasi "No-Deal Brexit" sebagai skenario yang paling mungkin terjadi.

Menurut The Times, Uni Eropa tengah menyiapkan paket bantuan senilai miliaran Pound bagi Irlandia untuk menanggulangi dampak yang mungkin timbul apabila Inggris keluar dari UE tanpa kesepakatan apapun. Para pejabat Uni Eropa konon juga telah mengatakan kepada Boris Johnson (kandidat PM Inggris terkuat), bahwa ia bisa menghapus prospek tercapainya kesepakatan brexit, jika membuat tuntutan yang tidak realistis terkait perbatasan Irlandia.

"Tren (GBP/USD) tetap turun, terutama karena rate yang lain tampak lebih positif bagi USD pekan ini. 1.2350-1.2300 dipandang sebagai support sementara menjelang area support kunci 1.22-1.20," kata Robin Wilkin dari Lloyds Bank.

Lanjutnya, "Brexit jelas akan menjadi isu dominan jangka pendek bagi Perdana Menteri. Kemenangan Johnson kemungkinan sudah sepenuhnya diperhitungkan, (sehingga) bisa jadi sedikit dampak langsungnya bagi pasar. Namun, pasar akan mencari tahu indikasi awal tentang rencananya bagi negosiasi dengan Uni Eropa. Laporan media sudah mengisyaratkan bahwa Johnson akan mengalihkan tanggung jawab perundingan brexit ke Kantor Kabinet, Departemen Urusan Brexit sekarang siap untuk berkonsentrasi kepada perencanaan 'No-Deal'."

Selain masalah brexit, pelaku pasar juga bakal memerhatikan bagaimana langkah Perdana Menteri Inggris yang baru dalam menghadapi eskalasi konflik dengan Iran. Sebagaimana diketahui, militer Iran menahan sebuah kapal tanker minyak berbendera Inggris di Selat Hormuz pada akhir pekan. Tindakan Iran tersebut disinyalir merupakan balasan atas penahanan sebuah kapal tanker Iran oleh otoritas Gibraltar (salah satu Wilayah Seberang Laut Britania Raya) pada awal bulan ini.

289335

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.