iklan

Tingkat Pengangguran Inggris Merosot, Sterling Terancam Profit-Taking

Penulis

Aksi profit-taking menghalangi reli GBP/USD, tetapi penurunan tingkat pengangguran Inggris mendukung prospek bullish ke atas ambang 1.40.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex - Poundsterling naik pamor dalam perdagangan hari Senin kemarin hingga GBP/USD melonjak sekitar 1 persen. Rilis data tenaga kerja Inggris hari ini (20/April) melampaui ekspektasi dan semestinya mendukung Sterling naik lebih tinggi lagi. Namun, kenaikan yang terlalu pesat sebelum news dirilis justru membuatnya terancam aksi profit-taking jangka pendek. Saat berita ditulis, GBP/USD relatif flat dekat harga penutupan kemarin pada level 1.3980-an.

GBPUSD DailyGrafik GBP/USD Daily via Tradingview.com

Office for National Statistics (ONS) melaporkan tingkat pengangguran Inggris merosot dari 5.0 persen menjadi 4.9 persen, padahal konsensus sebelumnya memperkirakan data akan naik sampai 5.1 persen. Menurut ONS, angka tersebut menandakan bahwa pasar tenaga kerja Inggris stabil dalam beberapa bulan belakangan ini. Sedangkan para pakar menilai skema tunjangan cuti pemerintah berkontribusi pada stabilitas tersebut.

"Pasar tenaga kerja tangguh menghadapi lockdown pada kuartal pertama dan seharusnya berada dalam kondisi lebih baik pada musim panas. Perpanjangan skema furlough (tunjangan bagi karyawan yang dirumahkan sementara -red) hingga akhir September telah menumpas PHK, yang rata-rata tiga bulanannya jatuh pada bulan Februari (2021) ke rekor terendah sejak Juli (2020). Perusahaan yang sedang bermasalah tidak memiliki insentif untuk memecat pekerja setidaknya sampai Juli (2021)," kata Samuel Tombs, Kepala Ekonom Inggris di Pantheon Macroeconomics.

Terlepas dari cemerlangnya data tersebut, poundsterling tampaknya kesulitan untuk naik lebih tinggi. GBP/USD masih terkunci pada level penutupan kemarin hingga tiga jam setelah data dirilis. Hal ini kemungkinan karena aksi profit-taking jangka pendek, sehingga tidak memupus potensi bullish pound berikutnya.

Fawad Razaqzada, analis pasar dari ThinkMarkets, menuliskan dalam catatannya, "Setelah menemukan support kuat sekitar level tertinggi 2020 pada 1.3686, GBP/USD breakout dari pola bull flag-nya ke arah atas pada hari Jumat, mendorong kenaikan tajam lebih lanjut pada hari Senin. Hari ini, (GBP/USD) telah mencapai level penting secara psikologis pada 1.40, artinya bahwa sedikit profit-taking dapat diperkirakan (akan terjadi) setelah reli besar selama dua hari."

"Namun, breakout tersebut berarti bahwa jalur kenaikan dengan resistance paling sedikit masih terbuka dan setelah periode konsolidasi singkat, saya mengharapkan pound terus meningkat. Saya kira pengujian ulang rekor tertinggi tahun ini pada 1.4243 sangat mungkin terjadi."

Sejumlah jadwal penting masih mengantri untuk pound dalam pekan ini. Antara lain pidato Gubernur BoE Andrew Bailey pada hari Rabu, serta rilis data penjualan ritel dan PMI pada hari Kamis.

Download Seputarforex App

295602
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


19 Apr 2021

1 Apr 2021

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone