Advertisement

iklan

Trader Dolar Pertimbangkan Bunga The Fed Naik 75 Atau 100 Bps

Penulis

+ -

Kubu hawkish dan dovish dalam FOMC lagi-lagi berbeda pendapat tentang berapa besar kenaikan suku bunga The Fed berikutnya.

iklan

iklan

Seputarforex - Indeks dolar AS (DXY) stabil pada kisaran 108.65 dalam perdagangan sesi Asia hari Jumat (15/Juli) menjelang rilis data Penjualan Ritel AS nanti malam. Sejumlah pelaku pasar mulai "wait and see" sementara pejabat The Fed menimbang kenaikan suku bunga sebanyak 75 atau 100 basis poin (bps) pada Rapat FOMC tanggal 26-27 Juli mendatang.

DXY Daily

Kubu hawkish dalam tubuh FOMC kemarin menyuarakan dukungan mereka terhadap kenaikan suku bunga sebanyak 100 bps (1%), termasuk diantaranya Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic, Presiden The Fed San Fransisco Mary Daly, dan Presiden The Fed Cleveland Loretta Mester.

Opini mereka sempat menggiring indeks dolar AS meroket sampai rekor tertinggi di atas 109.20. Akan tetapi, pelaku pasar kemudian mengurangi keyakinan mereka pada potensi "Fed rate hike" 1 persen. Anggota FOMC Christopher Waller dan Presiden The Fed St Louis James Bullard menilai suku bunga sebaiknya ditingkatkan 75 bps saja meskipun inflasi kini telah mencapai rekor tertinggi dalam empat dekade terakhir.

"Saya mendukung kenaikan sebesar 75 basis poin lagi (pada rapat FOMC berikutnya)," kata Waller dalam sebuah acara di Idaho, "Namun, perkiraan dasar saya untuk Juli tergantung pada data mendatang. Kita punya beberapa rilis data penting tentang penjualan ritel dan perumahan sebelum rapat Juli. Apabila data-data tersebut ternyata lebih kuat daripada ekspektasi, maka itu akan membuat saya condong pada kenaikan suku bunga yang lebih besar pada rapat Juli sejauh (data) itu menunjukkan permintaan tidak melambat cukup cepat untuk menekan inflasi."

Fed Funds Futures saat ini menandakan adanya probabilitas 36% untuk kenaikan suku bunga The Fed sebesar 100 bps, atau berkurang dari probabilitas sekitar 70% yang tercapai seusai beredarnya komentar hawkish Bostic. Indeks dolar AS pun kini menjauh dari rekor tertingginya.

Terlepas dari itu, para analis mencatat bahwa indeks dolar AS tetap berpotensi mencetak bullish candle lagi dalam time frame mingguan pada penutupan pasar nanti malam. USD bukan hanya tersokong oleh ekspektasi suku bunga The Fed, melainkan juga tingginya minat safe haven di tengah krisis gas Eropa dan perlambatan ekonomi China.

"Momentum tetap berada pada dolar AS," kata Sean Callow, pakar strategi mata uang Westpac. Ia memperkirakan indeks dolar AS akan melampaui ambang 111 dalam pekan-pekan mendatang, karena "FOMC akan harus tetap hawkish pada rapat Juli dan seterusnya, sehingga mengokohkan dukungan yield dolar AS."

Pelaku pasar berikutnya akan memantau rilis data Penjualan Ritel bulan Juni 2022 pada sesi New York. Konsensus memperkirakan data akan menunjukkan pertumbuhan bulanan 0.8 persen, atau pulih dari -0.3 persen pada periode sebelumnya. Di samping itu, ada pula data sentimen konsumen Michigan yang dapat memberikan petunjuk tambahan tentang reaksi rumah tangga AS terhadap peningkatan harga dan bunga saat ini.

Download Seputarforex App

297956
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.