Trump Bersedia Tunda Deadline Negosiasi AS-China, AUD Reli Terbatas

Dolar Australia melejit sekitar 1 persen setelah dilaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump menunjukkan sikap yang lebih lunak dalam negosiasi AS-China.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Hampir setiap kabar positif terkait negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan China berimbas pada Dolar Australia. Korelasi tersebut tampak lagi pada sesi Asia tadi pagi (13/Februari). Dolar Australia melejit sekitar 1 persen setelah dilaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump menunjukkan sikap yang lebih lunak dalam negosiasi tersebut.

Pasangan mata uang AUD/USD sempat melesat hingga mencapai level tertinggi sepekan pada kisaran 0.7136, sebelum melandai kembali saat memasuki sesi Eropa. Ketika berita ditulis, AUD/USD telah menurun hingga kisaran 0.7112, tetapi masih menunjukkan kecenderungan bullish.

AUDUSD Daily

Tadi pagi, pelaku pasar menyaksikan peningkatan ekspektasi akan tercapainya kesepakatan dagang antara dua negara ekonomi terbesar dunia, atau setidaknya penundaan kenaikan tarif impor oleh AS atas produk-produk China. Hal itu terjadi sehubungan dengan komentar terbaru dari Presiden Trump.

Trump menepis pernyataan penasehat gedung putih Kellyanne Conway sebelumnya, yang mengisyaratkan bahwa ia akan bertemu dengan Presiden Xi Jinping sebelum deadline negosiasi AS-China pada 1 Maret mendatang. Namun, ia mengindikasikan kesediaan untuk mengundurkan batas waktu itu.

"Jika kita sudah dekat dengan suatu persetujuan yang menurut kami bisa jadi kesepakatan sesungguhnya dan itu akan terealisasi, saya bisa membiarkannya mundur sedikit," kata Trump, "Walau pada dasarnya saya tak ingin (menunda kenaikan tarif impor -red)."

Merespon komentar Trump tersebut, minat risiko pasar melonjak pesat hingga menekan nilai tukar Dolar AS dan mendorong nilai aset-aset berisiko lebih tinggi. Termasuk Dolar Australia. Sebagaimana dipaparkan David de Garis, seorang ekonom NAB, pada Business Insider Australia tadi pagi, "Sentimen pasar telah melesat dalam 24 jam terakhir karena sejumlah berita baik dalam negosiasi perdagangan AS-China."

Sementara itu, perbaikan sentimen konsumen Australia juga menopang reli AUD/USD dalam skala lebih terbatas. Laporan Westpac terbaru menunjukkan kenaikan indeks sentimen konsumen dari -4.7 persen menjadi +4.3 persen pada bulan Februari. Meski demikian, investor dan trader perlu memperhatikan bahwa data-data ekonomi Aussie terkini lainnya masih kurang memuaskan, khususnya yang berhubungan dengan sektor perumahan.

287381

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.