OctaFx

iklan

Trump: Kesepakatan Dagang AS-China Bisa Ditunda Sampai Pilpres 2020

Presiden AS Donald Trump lagi-lagi mengecewakan pelaku pasar keuangan global. Bursa saham dan Dolar AS ikut terimbas.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pasar keuangan global kembali diguncang oleh komentar Presiden AS Donald Trump. Di sela-sela KTT NATO di London, Trump melontarkan ancaman tarif impor 100 persen untuk produk-produk asal Prancis. Beberapa jam kemudian, ia juga mengatakan bahwa kesepakatan AS-China bisa ditunda hingga Pilpres AS 2020. Komentar-komentar tersebut memicu kemerosotan di bursa saham Eropa dan AS kemarin malam (3/Desember).

Dolar AS ikut terpuruk menanggapi serangkaian komentar Trump itu, karena pelaku pasar tak yakin perekonomian AS cukup tangguh untuk menghadapi perang dagang versus berbagai negara sekaligus. Pergerakan harga sudah mulai stabil dalam perdagangan hari ini (4/Desember), tetapi indeks Dolar AS (DXY) masih berupaya bangkit dari rekor terendah dalam hampir dua pekan terakhir.

US Dollar Index Daily

Selama beberapa pekan sebelumnya, Washington dan Beijing kompak mengirimkan sinyal positif mengenai perkembangan negosiasi dagang kedua negara. Beberapa pejabat tinggi AS bahkan menyebutkan prospek penandatanganan kesepakatan dalam bulan November atau Desember. Akan tetapi, pernyataan Trump kali ini menggugurkan optimisme tersebut.

Trump menegaskan bahwa AS tetap berkinerja baik selama perang dagang. Ia menyatakan tidak ingin buru-buru menandatangani kesepakatan dengan China sebelum terjun ke Pilpres 2020, melainkan China-lah yang tidak sabar untuk mencapai kesepakatan secepatnya.

Katanya, "Dalam beberapa hal, lebih baik untuk menunggu hingga setelah pemilihan untuk (menandatangani) kesepakatan dengan China. Tapi mereka ingin membuat kesepakatan sekarang."

Pernyataan Trump mengguncang pasar keuangan, karena mengisyaratkan bahwa perang dagang bisa berlangsung lebih lama daripada yang telah diantisipasi oleh investor dan trader. Hal itu juga memudarkan harapan untuk dibatalkannya rencana kenaikan tarif impor AS terhadap produk-produk asal China per 15 Desember mendatang.

"Ekspektasi untuk kesepakatan dagang AS-China memudar, dan Dolar/Yen telah menembus level support-nya, sehingga bias masih condong ke sisi bawah, " papar Takuya Kanda dari Gaitame.com Research Institute, sebagaimana dikutip oleh Reuters, "Lebih banyak tarif akan mendorong Dolar/Yen semakin menurun."

291183

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.